Cegah Hoax, Rudiantara Ingatkan Ibu-Ibu Tak Asal Sebar Informasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan terkait registrasi dan pengamanan data konsumen telko pada rapat kerja dengan Komisi I di Jakarta, 19 Maret 2018. Menkominfo menanggapi adanya isu kebocoran data pelanggan dalam proses registrasi kartu SIM prabayar dengan NIK dan KK. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan terkait registrasi dan pengamanan data konsumen telko pada rapat kerja dengan Komisi I di Jakarta, 19 Maret 2018. Menkominfo menanggapi adanya isu kebocoran data pelanggan dalam proses registrasi kartu SIM prabayar dengan NIK dan KK. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami penggunaan media sosial atau medsos, terutama para ibu. Kondisi ini, menurut dia, mendukung penyebaran kabar bohong atau hoax dengan cepat.

    Baca: Bikin Resah, Penyebar Hoax Kasus Penculikan Anak Diburu Polisi

    Rudiantara mengatakan masih banyak ibu-ibu yang meneruskan pesan yang beredar di media sosial tanpa mengecek kebenarannya terlebih dulu. Dia mengaku sering memberi nasihat kepada para ibu agar tak sembarangan menyebarkan informasi.

    "Kalau informasinya salah, itu jadi fitnah. Kalau benar tapi pemberi infonya tidak suka disebar, itu ghibah," kata Rudiantara dalam diskusi 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Gedung BPPT, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. "Lagipula, kalau forward itu pakai pulsa. Ngapain buang-buang pulsa."

    Baca: Saat Jokowi Cerita Hoax Saracen dan Obor Rakyat

    Rudiantara berharap masyarakat Indonesia bisa memeriksa terlebih dulu setiap informasi yang didapatkan. Dengan begitu, kata dia, hoax bisa dicegah menyebar.

    Menurut Rudiantara, hoax juga semakin mengancam karena tahun ini merupakan tahun politik. "Berita bohong akan memecah belah bangsa jika tidak ditangkal," ujarnya.

    Baca: Tips Kamidia Radisti Pilih Komunitas Ibu Berbagi, Jangan Hoax


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?