Sisa Setahun, Ini Target yang Dikejar Pemerintahan Jokowi - JK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kanan) melambaikan tangan seusai Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018. Baju kebaya kurung merupakan baju andalan Ibu Negara dalam acara resmi kenegaraan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kanan) melambaikan tangan seusai Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018. Baju kebaya kurung merupakan baju andalan Ibu Negara dalam acara resmi kenegaraan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi - JK) akan menyelesaikan sejumlah target di sisa satu tahun kepemimpinan.

    "Waktu tersisa dikejar memenuhi target-target," kata Moeldoko dalam acara diskusi 4 Tahun Kerja Pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Badan Pusat Pengkajian Teknologi, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

    Baca: Survei 5 Lembaga: Mayoritas Responden Puas Kinerja Jokowi-JK

    Moeldoko merinci target-target dan realisasi yang dicapai pemerintah Jokowi-JK. Misalnya, dia menyebutkan pembangunan jalan tol yang ditargetkan mencapai 1.060 kilometer pada 2019. Target lainnya, kata Moeldoko, pemerintah akan mengejar sertifikasi lahan sebesar 9 juta sertifikat pada 2019. Adapun sertifikasi lahan sampai akhir 2018 ditargetkan mencapai 7 juta sertifikat.

    Menurut Moeldoko, di tahun terakhir pemerintahan Jokowi-JK akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia. Untuk memenuhi target pembangunan SDM, Moeldoko menuturkan pemerintah akan memberikan atensi tinggi terhadap pertumbuhan anak, mulai dari usia kandungan 2 bulan hingga 1.000 hari.

    Adapun bagi kalangan yang sudah mulai akan bekerja, pemerintah akan menyiapkan melalui vokasional. "Sehingga muncul tenaga ahli semakin tinggi kemampuannya. Itu arahnya untuk 2019 ke depan," ujarnya.

    Baca: 4 Tahun Jokowi - JK: Infrastruktur dalam Bayang Janji Kasus HAM

    Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kerap menekankan fokus pemerintahan di 2019 adalah peningkatan SDM lewat penguatan keahlian dan produktivitas. Ia mengatakan sumber daya manusia Indonesia mempunyai potensi untuk bersaing. Sebab, 60 persen penduduk Indonesia saat ini merupakan anak muda produktif. Tahun 2040 diproyeksikan anak muda produktif mencapai 195 juta jiwa. "Ini bisa menjadi kekuatan besar, tapi juga menjadi masalah jika tidak ada pembangunan SDM," kata Jokowi.

    Jokowi mengatakan uji kompetensi calon tenaga kerja bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkompeten. Sebab, sebelum menjadi tenaga kerja profesional, calon tenaga kerja itu sudah lulus ujian dalam bidangnya. "Calon tenaga kerja ini sudah jelas kemampuannya, tidak perlu diragukan lagi," ujarnya.

    Baca: Laporan 4 Tahun Jokowi - JK: Kerukunan Beragama Menurun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.