Polri: Seorang Guru Dituduh Mata-mata oleh Kelompok Bersenjata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota polisi berjaga-jaga dekat bus-bus yang membawa warga kampung Kimbeli, Utikini, dan Banti, yang dievakuasi di Timika, Papua, 17 November 2017. Satuan tuga gabungan TNI dan Polisi berhasil membebaskan 1.300 warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata. AP/Albertus Vembrianto

    Anggota polisi berjaga-jaga dekat bus-bus yang membawa warga kampung Kimbeli, Utikini, dan Banti, yang dievakuasi di Timika, Papua, 17 November 2017. Satuan tuga gabungan TNI dan Polisi berhasil membebaskan 1.300 warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata. AP/Albertus Vembrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI menyebut ada seorang guru yang mengalami kekerasan fisik dalam aksi pengancaman dan penyanderaan belasan guru dan tenaga medis oleh kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Guru itu dianiaya karena dianggap mata-mata.

    "Satu yang kena KKB (Kelompok kriminal bersenjata) itu yang dianggap KKB sebagai mata-mata, dia diinterogasi dan dianiaya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Tempo pada Senin, 22 Oktober 2018.

    Baca: Deklarasi Manokwari: Tanah Papua Damai dan Lestari

    Guru itu dianggap sebagai aparat yang menyamar untuk mengetahui pergerakan kelompok bersenjata. Saat ini kondisi guru tersebut, kata Dedi, masih stabil meski mengalami luka lebam. Korban kini sedang ditangani secara medis dan psikologis di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

    Dalam peristiwa ini, setidaknya ada 16 guru dan tenaga medis yang mengalami pengancaman dan penyanderaan kelompok bersenjata. Berdasarkan informasi Kepolisian Daerah Papua, pengancaman dan penyanderaan itu berlangsung sejak 3 Oktober hingga 17 Oktober 2018.

    Baca: Datang ke Asrama Papua, 4 Aktivis Makassar Ini Ditangkap

    Mendapati adanya laporan penyanderaan itu, Polda Papua langsung melakukan tindak lanjut. Karena posisi Nduga yang jauh, maka polisi harus menggunakan pesawat terbang untuk menjangkau lokasi.

    Saat ini, para guru dan anggota medis tersebut sudah ditangani anggota Polri yang bertugas. Mereka telah dimintai keterangan oleh aparat kepolisian. Para korban diinterogasi mengenai bagaimana awal mula kelompok bersenjata melakukan penyanderaan. Sementara itu, belum ada personel kelompok bersenjata yang diamankan sampai hari ini.

    Baca: Freeport Janji Selesaikan Isu Lingkungan Papua, Begini Progresnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.