Perkins Internasional Latih 150 Guru SLB Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru dan siswa tuna netra melakukan kegiatan belajar mengajar di SLB Driya Adi, Semarang (2/5). (TEMPO/Budi Purwanto)

    Seorang guru dan siswa tuna netra melakukan kegiatan belajar mengajar di SLB Driya Adi, Semarang (2/5). (TEMPO/Budi Purwanto)

    INFO NASIONAL - Perkins Internasional yang berpusat di Boston Amerika Serikat bekerja sama dengan PPPPTK TK dan PLB Bandung, menggelar Diklat Layanan Pendidikan bagi Siswa dengan Hambatan Majemuk, MDVI/DB bagi 150 orang guru SLB Indonesia. 

    MDVI/DB - Multi Disability with Visual Impairment/Deafblindness atau yang dikenal dengan ketunaan ganda, yaitu hambatan penglihatan yang disertai dengan hambatan lainnya, merupakan salah satu ketunaan yang menjadi tanggung jawab PPPPTK TK dan PLB Bandung, khususnya dalam hal meningkatkan akses layanan pendidikan melalui guru yang mengajar pada ketunaan ini.

    Sejak 2016, Perkins International – Boston, Amerika Serikat adalah partner bekerja untuk mengupayakan peningkatan kompetensi guru SLB di Indonesia yang memiliki siswa MDVI. Diketahui, Perkins Internasional adalah sebuah organisasi yang berpusat di Boston Amerika Serikat yang memiliki program melatih guru-guru SLB yang memiliki siswa MDVI di seluruh dunia. Kerja sama dengan Perkins dilakukan melalui program pelatihan trainer yang akan dilaksanakan dalam 4 tahap selama 4 tahun, dan pelatihan ini telah berjalan mulai 2017. Sebanyak 5 kelas dengan peserta 30 orang guru SLB setiap kelasnya, telah dilatih dalam tahap pertama selama 10 hari di 2017 dan 2018.

    Setelah mengikuti tahap pertama, dilakukanlah pendampingan berupa monitoring, mentoring dan coaching selama minimal 6 bulan setelah pelatihan yang dilakukan oleh tim Perkins dan widyaiswara PPPPTK TK dan PLB Bandung. “Pendampingan ini penting agar peserta dapat menerapkan hasil diklat dengan baik dan membantu para guru dalam mengajar anak-anak MDVI/DB di kelas,” ujar Weningsih, Spesialis Pendidikan Wilayah Asia/Pasifik - Perkins Internasional.

    Setiap peserta guru dinilai secara terus menerus sebagai proses seleksi untuk naik ke tahap kedua. Adapun tahap kedua akan di selenggarakan dalam dua gelombang, yaitu pada Oktober dan November 2018.

    Kerja sama dengan Perkins Internasional tidak hanya sebatas melakukan pelatihan kepada guru. Atasbiaya Perkins, pada 2017, widyaiswara PPPPTK TK dan PLB, Lina Kurniati, mengikuti diklat di Boston selama 3 minggu, dan Dede Suprianto, M.Ed telah mengikuti Educational Leadership Program (ELP) di Kampus Perkins Schools for Blind di Boston selama 9 bulan. Peserta ELP mendapatkan pengalaman belajar langsung, baik di dalam maupun di luar kelas. Mereka menghadiri ceramah, konferensi, lokakarya, dan mengunjungi sekolah umum. Mereka mengamati dan mengajar di ruang kelas Perkins dan membantu siswa yang tinggal di asrama dalam kegiatan sehari-harinya.

    “Hasilnya, diharapkan mereka dapat berbagi pengetahuan baru dan melakukan perbaikan besar untuk layanan anak-anak dan dewasa muda di seluruh dunia yang mengalami gangguan penglihatan, tunanetra-rungu atau gangguan penglihatan dengan cacat ganda,” ujar Deborah Gleason, Direktur Program Wilayah Asia/Pasifik Perkins Internasional. “Peserta yang telah lulus dalam mengikuti ELP ini mendapat lisensi untuk mengajar di berbagai Negara lainnya di seluruh dunia,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.