Diklat Pembuatan APMS Dibanjiri Ribuan Peminat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan siswa SDN Guntur 03 Pagi menunjukkan gambar yang mereka buat, didampingi guru mereka saat mengunjungi gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. KPK bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai pengetahuan antikorupsi dan pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini. TEMPO/Imam Sukamto

    Puluhan siswa SDN Guntur 03 Pagi menunjukkan gambar yang mereka buat, didampingi guru mereka saat mengunjungi gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. KPK bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai pengetahuan antikorupsi dan pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini. TEMPO/Imam Sukamto

    INFO NASIONAL -  Sebanyak 1107 guru Sekolah Dasar dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia berminat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Matematika Sederhana (APMS) yang ditawarkan secara daring (online)  oleh PPPPTK Matematika Yogyakarta.

    Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat alat peraga matematika, serta bagaimana menggunakannya dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar.

    Dengan diinformasikan secara daring, maka terbuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi para guru di seluruh penjuru tanah air bahkan luar negeri untuk dapat mengakses kegiatan tersebut. Dari sejumlah guru yang mengirim formulir pendaftaran, tercatat 799 orang atau 72% berasal dari kawasan Indonesia bagian barat (Jawa dan Sumatera), 264 orang atau 24% dari kawasan Indonesia bagian tengah (Bali, NTB, NTT, Sulawesi dan Kalimantan), 43 orang atau 3,9 % berasal dari kawasan Indonesia bagian timur (Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua), serta satu orang atau 0,1% dari sekolah Indonensia di Malaysia.

    Semua guru berhak untuk mengikuti diklat ini sepanjang mereka memenuhi persyaratan sebagai Guru kelas SD atau guru mapel Matematika SD atau yang sederajat, aktif di Kelompok Kerja Guru (KKG), belum pernah mengikuti kegiatan sejenis yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika, sanggup mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan, serta sanggup melakukan pengimbasan di sekolah dan KKG masing-masing.

    Setelah mengunduh formulir pendaftaran dan format dokumen persyaratan dari laman PPPPTK Matematika, calon peserta mengisi formulir, melengkapi format persyaratan, dan memindainya. Selanjutnya seluruh dokumen dikirim kepada panitia melalui surel. Dari hasil seleksi terhadap dokumen calon peserta, diperoleh 30 guru yang memenuhi syarat untuk dapat mengikuti pelatihan ini.

    Pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Matematika PPPPTK Matematika dengan pola 50 JP (jam pelatihan) dan difasilitasi oleh para Widyaiswara PPPPTK Matematika. Struktur program pelatihan meliputi 30% materi teori dan 70% praktik pembuatan alat peraga matematika sederhana serta pemanfaatannya dalam pembelajaran.

    Kepala PPPPTK Matematika Daswatia Astuty berkesempatan membuka pelatihan pembuatan APMS. Dalam sambutannya, dia berpesan kepada peserta untuk rajin mengembangkan alat peraga matematika, dimulai dari yang sederhana dulu dengan mengacu pada kontekstualitas dan kearifan budaya lokal. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.