Wiranto Wakili Jokowi Pimpin Apel Hari Santri Nasional

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan santri telah memadati Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka akan memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini, Senin, 22 Oktober 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Ribuan santri telah memadati Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka akan memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini, Senin, 22 Oktober 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memimpin apel Hari Santri Nasional di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat pada hari ini, Senin, 22 Oktober 2018.

    Baca: Hari Santri Nasional, Ini Pesan Jokowi kepada Santri

    "Pak Wiranto mewakili Presiden Jokowi memimpin apel acara hari ini," ujar Komandan Apel Hari Santri Nasional Tasikmalaya, Nabil Haroen di lokasi acara.

    Adapun apel digelar pada pukul 08.00. Sementara pembukaan Upacara Hari Santri Nasional ini digelar pada pukul 10.00. Calon wakil presiden Ma'ruf Amin hadir di acara ini. Ma'ruf telah tiba di Tasikmalaya sejak Ahad sore, 21 Oktober 2018.

    Pantauan Tempo, ribuan santri telah memadati lokasi acara sejak pukul 06.00. "Total yang kami koordinir hadir dalam acara ini ada 60 ribu santri dari empat ribu pesantren," ujar Nabil.

    Baca: Jokowi Hadiri Malam Puncak Hari Santri Nasional di Bandung

    Adapun Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya juga menghadiri acara puncak perayaan Hari Santri Nasional 2018, Ahad malam, 21 Oktober 2108. Acara bertajuk Santriversary itu digelar di Lapangan Gasibu, Bandung. Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini merupakan kali ketiga. Jokowi menetapkan Hari Santri pada 22 Oktober. Keputusan itu dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.