Kurangi Golput Pemilu, Aktivis Deklarasi Perkumpulan Swing Voters

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kedua kiri) bersama Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito (ketiga kanan) serta Dirut PT Intan Ustrix Windra Setiono (kiri) memeriksa sampel kotak dan bilik suara saat meninjau produksi perdana kedua perlengkapan Pemilu 2019 tersebut di Gresik, Jawa Timur, Minggu, 30 September 2018. Jumlah kotak suara yang diproduksi secara keseluruhan sedikitnya mencapai 4 juta, sedangkan bilik suara 2 juta. ANTARA

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kedua kiri) bersama Ketua KPU Jawa Timur Eko Sasmito (ketiga kanan) serta Dirut PT Intan Ustrix Windra Setiono (kiri) memeriksa sampel kotak dan bilik suara saat meninjau produksi perdana kedua perlengkapan Pemilu 2019 tersebut di Gresik, Jawa Timur, Minggu, 30 September 2018. Jumlah kotak suara yang diproduksi secara keseluruhan sedikitnya mencapai 4 juta, sedangkan bilik suara 2 juta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah aktivis mendeklarasikan perkumpulan yang fokus pada pendidikan politik untuk para pemilih mengambang. Kelompok ini bernama Perkumpulan Swing Voters atau PSV. Ketua PSV, Adhie M. Massardi, mengatakan kelompok ini dibentuk untuk mengurangi angka golongan putih atau golput dalam pemilihan presiden dan pemilihan umum atau Pemilu 2019.

    Baca: Pemilih Mengambang dan Milenial Tak Goyah oleh Kampanye Tagar

    "Kami akan memberikan pencerahan terutama yang belum memiliki pilihan," kata Adhie dalam konferensi pers PSV pada Ahad, 21 Oktober 2018 di kafe Anomali, Menteng, Jakarta Pusat. Adhie mengatakan lahirnya PSV ini berkaca pada angka golput dari pemilu ke pemilu yang cenderung stagnan dalam kisaran 15-29 persen sejak pemilihan legislatif 2004.

    Menurut Adhie, PSV dibentuk sebagai untuk memberikan pencerahan kepada para pemilih mengambang terhadap calon presiden. "Kami bergerak seperti event organizer yang akan mengadakan kegiatan-kegiatan diskusi dan mendatangkan pakar-pakar," ujar Adhie. Selain itu, PSV akan mengandalkan media sosial sebagai medium mereka membuka ruang diskusi terhadap program-program yang diusung paslon.

    Adhie mengklaim perkumpulan ini bakal independen. Artinya, tidak akan berpihak pada salah satu pasangan. Namun, pada saatnya nanti, kata dia, PSV akan mengarahkan pemilih mengambang untuk mengambil sikap mendukung capres tertentu.

    Adhie menjelaskan bahwa kelompoknya akan mengevaluasi program-program kedua kampanye pasangan calon. Mereka juga hendak melibatkan para ahli dalam diskusi terbuka yang memungkinkan diikuti oleh para pemilih mengambang. Selain itu, PSV bakal mengawasi konten pemilu masing-masing paslon.

    Sekretaris Jenderal PSV Binbin Firman mengatakan PSV akan menggalang relawan di tujuh kota yang gemuk pemilih mengambang. Di antranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

    Simak juga: Survei Poltracking: Banyak Pemilih Mengambang di Pilkada Jatim

    Menurut peneliti Lembaga Survei Kedai KOPI, Hendri Satrio, pemilih mengambang  dalam Pemilu bisa menjadi penentu kemenangan salah satu paslon. "Kalau paslon bisa pegang 10 persen swing voters saja, mereka (pemilih mengambang) akan menjadi kunci kemenangan pilpres," kata Hendri saat ditemui di tempat yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.