Kamis, 15 November 2018

Kasus Meikarta, KPK Akan Panggil Bos Lippo Group James Riady

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 16 Oktober 2018.  Proyek pengerjaan pembangunan kawasan Meikarta tetap berjalan seusai KPK mengungkap kasus dugaan suap. ANTARA/Risky Andrianto/wsj

    Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 16 Oktober 2018. Proyek pengerjaan pembangunan kawasan Meikarta tetap berjalan seusai KPK mengungkap kasus dugaan suap. ANTARA/Risky Andrianto/wsj

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan segera memeriksa Wakil Ketua Lippo Group James Riady dalam kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta. "Direncanakan pemeriksaan kepada sejumlah saksi, termasuk James Riady, terkait perkara Meikarta," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat ditemui di kantornya, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Baca: KPK Memprotes Pernyataan Denny Indrayana Terkait Meikarta

    Febri mengatakan para saksi, termasuk James Riady, akan dimintai keterangan terkait dengan pertemuan dan pembahasan proyek Meikarta. Menurut Febri, selain memanggil James, penyidik akan meminta keterangan ke pejabat Kabupaten Bekasi, termasuk pemerintah Jawa Barat dan jajaran Lippo Grup.

    Febri belum bisa mengkonfirmasi waktu pemeriksaan tersebut. "Untuk kapan pemeriksaannya belum bisa dikonfirmasi," ucapnya. Nama James Riyadi muncul dalam kasus Meikarta sejak penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumahnya, kemarin.

    Simak: KPK Tak Temukan Barang Bukti di Penggeledahan Rumah James Riady

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan empat pejabat dinas Kabupaten Bekasi sebagai tersangka penerima suap pengurusan izin proyek Meikarta. Mereka disangka menerima suap Rp 7 miliar dari commitment fee Rp 13 miliar terkait dengan pengurusan izin proyek tersebut. KPK menyangka commitment fee itu diberikan Billy Sindoro, dua orang konsultan Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group, Henry Jasmen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.