Kamis, 15 November 2018

KPK Tak Temukan Barang Bukti di Penggeledahan Rumah James Riady

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • James Riady. TEMPO/Imam Sukamto

    James Riady. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan tidak ada barang bukti yang disita dalam penggeledahan di rumah dan apartemen James Riady , pemilik Lippo Grup.

    "Dalam berita acara penggeledahan, penyidik memang tidak ditemukan benda-benda yang berkaitan perkara dalam penggeledahan di rumah James Riyady," ujar Febri di Gedung KPK, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Baca: Soal Meikarta, KPK Geledah Rumah Petinggi Lippo Group James Riady

    Febri berujar sebelumnya KPK menduga ada barang bukti di kediaman James Riady terkait kasus dugaan suap Buapti Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, dalam perizinan proyek Meikarta. KPK menggeledah rumah James pada Kamis, 18 Oktober 2018 dan 11 lokasi lainnya.

    Menurut Febri, tidak menutup kemungkinan akan ada penggeledahan lainnya, meski di rumah James penyidik tidak menyita apa-apa. "Kami sudah memiliki barang bukti yang memperkuat perkara ini. Saat ini hasil sitaan tersebut sedang dievaluasi oleh penyidik," ujarnya.

    Penggeledahan dilakukan menyusul terungkapnya kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta dan sejumlah pejabat bekasi lainnya, yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.

    Simak: Kasus Suap Meikarta, Analis: Hindari Emiten Terkait Grup Lippo

    KPK menyangka Bupati Neneng dan empat pejabat dinas Kabupaten Bekasi menerima komitmen fee Rp 13 miliar terkait pengurusan izin proyek Meikarta. Jumlah fee yang sudah terealisasi diperikirakan berjumlah Rp 7 miliar.

    KPK menyangka mereka menerima komitmen fee itu dari Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Suap diduga diberikan untuk memuluskan perizinan megaproyek Meikarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.