Kasus Suap Gubernur Aceh, Steffy Burase Penuhi Panggilan KPK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fenny Steffy Burase bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. Steffy tampil dengan mengenakan jaket jins berpadu dengan rok hitam. TEMPO/Imam Sukamto

    Fenny Steffy Burase bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018. Steffy tampil dengan mengenakan jaket jins berpadu dengan rok hitam. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenny Steffy Burase memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 yang melibatkan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

    Steffy tiba di gedung KPK, Jakarta Selatan pada pukul 11.10 WIB, memakai baju muslimah berwarna abu-abu dan menenteng sebuah tas. Ia langsung memasuki gedung KPK dengan ditemani pengacaranya Fahri Timur.

    Baca: 5 Peran Steffy Burase di Pusaran Kasus Korupsi Gubernur Aceh

    Dia pun tidak menanggapi sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh awak media. Sebelumnya Steffy tidak memenuhi panggilan KPK dengan alasan kesehatan. Menurut pengacaranya, kondisi steffy saat ini sudah membaik. "Ibu sehat, sekarang sudah sehat,", ujar Fahri.

    Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Steffy akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

    Pemeriksaan hari ini kata Febri, merupakan agenda pemeriksaan ulang setelah Steffy berhalangan hadir pada 5 Oktober lalu. "Hari ini agenda pemeriksaan ulang dari pemanggilan sebelumnya," ujarnya.

    Baca: Nikah Siri, Alasan Steffy Burase Akses Orang Dekat Irwandi Yusuf

    Adapun Steffy sudah diperiksa sebanyak dua kali dalam kasus ini, yakni pada 18 Juli dan 1 Agustus 2018.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Tersangka penerima uang suap adalah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan pihak swasta, Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal. Sedangkan tersangka pemberi suap adalah Bupati Bener Meriah Ahmadi.

    Terungkapnya kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Aceh pada Selasa malam, 3 Juli 2018. Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai Rp 50 juta dan bukti transfer masing-masing sekitar Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta

    KPK menduga uang Rp 500 juta tersebut adalah bagian dari total Rp 1,5 miliar uang suap yang akan diberikan kepada Irwandi. Diduga pemberian tersebut bagian dari komitmen fee 8 persen jatah pejabat di pemerintah Aceh dari setiap proyek yang dibiayai DOKA.

    Baca: Eks Tim Sukses Irwandi Yusuf Kirim Rp1 Miliar ke Steffy Burase


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.