Pengungsi Gempa Palu Mulai Tempati Tenda-tenda Bantuan Asing

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak pengungsi korban gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) bermain bulu tangkis di tenda bermain di lokasi pengungsian di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 17 Oktober 2018. Hampir seluruh wilayah Kampung Petobo hancur akibat gempa dan likuifaksi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Anak pengungsi korban gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) bermain bulu tangkis di tenda bermain di lokasi pengungsian di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 17 Oktober 2018. Hampir seluruh wilayah Kampung Petobo hancur akibat gempa dan likuifaksi. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengungsi gempa Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah, telah menempati tenda-tenda layak huni atau shelter bantuan dari pemerintah dan lembaga asing. Shelter tersebut disediakan sebagai tempat berteduh darurat sebelum pemerintah membangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

    Baca: Lokasi Likuifaksi di Petobo Direkomendasikan untuk Ditimbun

    “Mulai kemarin, warga sudah menghuni shelter bantuan dari Cina, Swedia, negera-negara ASEAN, dan Turki,” ujar Kepala Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Haris Kariming saat dihubungi Tempo pada Jumat, 19 Oktober 2018.

    Tenda bantuan asing ini berjumlah lebih-kurang 600 unit yang tersebar di Palu Barat dan Palu Utara. Adapun warga yang diprioritaskan menempati shelter bantuan dari pemerintah dan lembaga swadaya asing adalah keluarga yang memiliki anggota anak-anak atau lansia.

    Shelter bantuan asing memiliki desain mirip dengan tenda keluarga untuk kemping glamor atau glamorous camping. Masing-masing tenda itu bisa dihuni 6-8 orang. Terdapat dua bagian ruangan dalam tenda, yakni ruang utama dan beranda. Sedangkan tinggi tenda tersebut mencapai 2 meter sehingga orang yang menempatinya akan merasa nyaman beraktivitas.

    Pembangunan shelter terus dilakukan, dibantu oleh relawan Palang Merah Indonesia dan TNI. Para pengungsi akan menempati shelter-shelter tersebut sampai maksimal dua bulan dihitung sejak pertengahan Oktober ini. Dalam jangka waktu yang sama, pemerintah tengah mengupayakan pembangunan huntara sebanyak 1.200 unit.

    Baca: Bedog Arts Festival ke-9 Galang Dana untuk Korban Gempa Palu

    Selain oleh pemerintah, huntara juga dibangun pihak swasta. Bank Mandiri, misalnya, telah berkomitmen membangun huntara sebanyak 100 unit di Sibalaya Selatan, Kabupaten Sigi. Peletakan batu pertama huntara itu sudah dilakukan pada 13 Oktober lalu. Selain Bank Mandiri, Bank BNI telah menyampaikan komitmennya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyumbang unit huntara.

    Adapun kemarin, 18 Oktober 2018, pemerintah setempat mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemprov Jawa Tengah turut membantu pembangunan huntara sebanyak 104 unit. Pengerjaannya telah dimulai dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Huntara akan ditempati oleh warga terdampak bencana selama 2 tahun sambil menunggu pengerjaan huntap atau hunian tetap kelar dibangun. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.