Petinggi PKS Tak Anggap Garbi Sebagai Ancaman

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Anis Matta melakukan orasi politik di hadapan ribuan simpatisan saat kampanye terbuka di GOR Saburai Kota Bandar Lampung, (22/3). ANTARA FOTO/Kristian Ali

    Presiden PKS Anis Matta melakukan orasi politik di hadapan ribuan simpatisan saat kampanye terbuka di GOR Saburai Kota Bandar Lampung, (22/3). ANTARA FOTO/Kristian Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera Suhud Alyuddin mengklaim partainya tak terpengaruh dengan keberadaan organisasi masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia atau Garbi yang diinisiasi eks Presiden PKS Anis Matta. Suhud mengatakan partainya juga tak menganggap Garbi sebagai ancaman.

    "Tidak sama sekali (menganggap sebagai ancaman)," kata Suhud kepada Tempo, Kamis, 18 Oktober 2018.

    Baca: Fahri Hamzah: Garbi Jadi Tanda Akhir PKS

    Garbi merupakan organisasi masyarakat yang diinisiasi Anis Matta dan sejumlah loyalisnya, di antaranya Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Mahfudz Abdurrahman, Jazuli Juwaini, Sukamta, dan almarhum Taufik Ridlo.

    Mahfudz Siddiq sebelumnya menuturkan Garbi terbentuk lantaran gagasan arah baru Indonesia dimusuhi oleh para elite PKS era Sohibul Iman. Menurut Mahfudz, gagasan itu dituding sebagai gerakan mengkudeta PKS.

    Suhud menegaskan partainya tak memandang Garbi sebagai ancaman. Menurut dia, terbentuknya ormas tersebut merupakan hal lumrah dalam demokrasi. Soal bergabungnya kader PKS dengan Garbi juga merupakan hak politik dari individu yang bersangkutan.

    Baca: Lika-Liku Garbi: Dari Ditolak Hingga Dianggap Gerakan Kudeta PKS

    Alih-alih merasa terancam, Suhud justru berharap Garbi bisa digandeng sebagai mitra. Dia berharap PKS dan Garbi bisa bekerja sama dalam menjawab permasalahan bangsa. "Karena sebagian besar dari mereka berasal dari rahim pembinaan PKS, maka akan lebih mudah membangun kesepahaman," ujarnya.

    Suhud juga menampik PKS melakukan pemecatan terhadap kader yang bergabung atau dekat dengan Garbi. Menurut Suhud, partai hanya melakukan pergantian atau pemindahan posisi terhadap kader-kadernya sesuai kebutuhan. "Penempatan atau penunjukan seorang kader di posisi atau jabatan tertentu baik di internal struktur maupun jabatan publik itu sifatnya penugasan atau mandatory," kata Suhud.

    Menurut Suhud, aturan tersebut sudah dipahami kader partai sedari awal. Dia mengatakan pergantian atau pemindahan pejabat merupakan hal lazim di partainya.

    Suhud juga mengklaim PKS solid menyongsong pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019. "PKS tetap solid, pengurus yang mundur sudah diganti, organisasi berjalan seperti biasa," ujarnya.

    Baca: Garbi, Organisasi Relawan Besutan Eks Presiden PKS Anis Matta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.