Fahri Hamzah: Garbi Jadi Tanda Akhir PKS

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Pada 8 Maret 2018, Fahri melaporkan Sohibul Iman atas dugaan kasus tindak pidana berkaitan dengan fitnah dan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Pada 8 Maret 2018, Fahri melaporkan Sohibul Iman atas dugaan kasus tindak pidana berkaitan dengan fitnah dan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah mengatakan Gerakan Arah Baru Indonesia atau Garbi menjadi tanda akhir dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fahri mengatakan Garbi lahir dari konflik internal di dalam PKS.

    Baca: Garbi, Organisasi Relawan Besutan Eks Presiden PKS Anis Matta

    Menurut dia, sebagai partai politik, PKS tidak bersikap demokratis. "Partai ini kan bukan milik satu orang. Ini kan partai milik semua. Enggak bisa pake tangan besi seolah-olah nasib orang bisa ditentukan," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu 17 Oktober 2018.

    Menurut Fahri, Garbi menjadi wadah bagi kader-kader PKS, terutama anak muda, yang merasa tidak cocok dengan kultur PKS. Fahri memandang kader-kader ini adalah mereka yang merasa pendapatnya tidak dihiraukan.

    Akibat pergolakan di dalam tubuh partai ini, kata Fahri, banyak kader PKS yang mengundurkan diri sebagai calon legislatif, ada pula daerah-daerah yang menyatakan diri mundur secara total. "Saya kira ini yang saya sebut sebagai tanda akhir. Karena sudah ada peristiwa yang begitu besar," kata dia.

    Meski begitu sejauh ini Garbi hanya berbentuk organisasi masyarakat, bukan partai politik. Fahri mengaku tidak tahu apakah Garbi akan berubah menjadi partai politik. Ia melihat hal tersebut akan tergantung pada negosiasi antara kedua pihak. Untuk meredam, kata Fahri, PKS harus terbuka dan berani berdialog dengan kadernya sendiri.

    Simak juga: Lika-Liku Garbi: Dari Ditolak Hingga Dianggap Gerakan Kudeta PKS

    Sebelumnya politikus PKS, Mahfudz Siddiq, menjelaskan bahwa Garbi memang lekat kaitannya dengan ide arah baru Indonesia yang digagas Anis Matta. "Garbi itu adalah kumpulan orang yang mengorganisir diri dan aktivitasnya yang setuju, sependapat dengan ide tentang arah baru Indonesia, dan berupaya memperjuangkan ide-ide melalui satu wadah yang namanya Garbi," kata Mahfudz saat ditemui Tempo di rumahnya, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.