Polri Bantah Mengintervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam acara Tasyakuran Milad 86 Tahun Pemuda Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, 5 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam acara Tasyakuran Milad 86 Tahun Pemuda Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, 5 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menampik anggapan bahwa Polri mengintervensi kegiatan Muktamar  Pemuda Muhammadiyah ke-XVII di Yogyakarta. "Itu sudah saya tanya, baik teman-teman di Jogja, mereka menyampaikan tak ada," ujar Dedi di Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018.

    Dedi menuturkan Mabes Polri juga telah mengecek informasi itu ke Kepolisian Daerah Yogyakarta. Namun, kata dia, belum ada informasi soal intervensi polisi ke acara itu. "Saya tanya juga apakah ada informasi anggota polisi mengintervensi kegiatan Muktamar Pemuda Muhammadiyah, belum ada informasinya," katanya.

    Baca: Panitia Muktamar Pemuda Muhammadiyah Mengaku Diintervensi Polisi

    Menurut Dedi kabar intervensi anggota polisi dalam acara Muktamar Pemuda Muhammadiyah ini belum jelas. Sebab, rincian informasi siapa anggota yang mengintervensi juga tak ada. "Di mana, kapan, petugasnya siapa, itu masih terlalu sumir. Jadi faktanya belum ada," ucapnya.

    Sebelumnya, Panitia Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah mengaku mendapat intervensi dari pihak kepolisian terkait pelaksanaan acara yang sedianya akan digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 25-28 November 2018.

    "Ada informasi jika pimpinan Pemuda Muhammadiyah di tingkat daerah dan wilayah dihubungi pihak kepolisian dan menanyakan soal muktamar, siapa saja calon ketua umum (Pemuda Muhammadiyah) dan lainnya," ujar Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta Iwan Setiawan saat dihubungi Selasa kemarin.

    Simak: Diperiksa Polisi Nanti, Apa Info Dahnil Anzar untuk Publik?

    Iwan memperkirakan sejumlah pengurus Pemuda Muhammadiyah di daerah dan wilayah di seluruh Indonesia dihubungi oleh kepolisian. Dia menilai upaya konfirmasi yang sangat mendetail acara ini membuat Pengurus Pemuda Muhammadiyah bertanya-tanya, mengapa kepolisian sampai menanyakan suksesi di organisasi itu.

    Adapun Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar berencana menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengkonfirmasi hal tersebut. “Dugaan saya begitu, makanya nanti saya akan tanya melalui surat kepada Pak Kapolri,” ujar Dahnil di Polda Metro Jaya.

    SYAFIUL HADI | ADAM PRIREZA | PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.