Diinisiasi Anis Matta, Begini Profil Ormas Garbi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Presiden PKS Anis Matta, saat menghadiri pembekalan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih, di Jakarta, 26 September 2014. Mekanisme pemilihan kepala daerah akhirnya diubah dari secara langsung menjadi lewat DPRD. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Arah Baru Indonesia atau Garbi tengah gencar melakukan deklarasi di sejumlah daerah. Yang terbaru, Garbi berencana melakukan deklarasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan menghadirkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebagai pembicara orasi kebangsaan, pada Kamis, 18 Oktober 2018.

Baca juga: Ditolak di NTT, Fahri Hamzah Tunggu Kabar dari Pengundang

Kehadiran Garbi tak lepas dari sosok mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta. Bahkan, orang dekatnya sesama politikus PKS, Mahfuz Siddiq, mengakui bahwa Garbi berkaitan dengan ide arah baru Indonesia yang digagas oleh Anis Matta.

"Garbi itu adalah kumpulan orang yang mengorganisir diri dan aktivitasnya yang setuju, sependapat dengan ide tentang arah baru Indonesia, dan berupaya memperjuangkan ide-ide melalui satu wadah yang namanya Garbi," kata Mahfudz saat ditemui Tempo di rumahnya, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Oktober 2018.

Ide tentang arah baru Indonesia (ABI) sudah didiskusikan sejak pemilu 2014 ketika Anis Matta masih menjabat sebagai Presiden PKS. Sejumlah pejabat teras PKS yang saat itu terlibat dalam pembentukan gagasan ABI, di antaranya Anis Matta, Mahfuz, Fahri Hamzah, Jazuli Juwaini, Sukamta, almarhum Taufik Ridlo, dan Mahfudz Abdurrahman.

Mahfuz menuturkan, ide ABI semula akan menjadi agenda yang diusung PKS sebagai partai politik. Gagasan tersebut bahkan sudah mulai disosialisasikan ke pimpinan PKS di wilayah setelah pemilu 2014. Bahkan, ketika pergantian kepengurusan di Majelis Syuro dan DPP PKS PADA 2015, Anis Matta tetap melanjutkan sosialisasi ide ABI.

"Kita diskusikan terus sampai kemudian ada konstruksinya, kita sama-sama sepakati kasih nama arah baru Indonesia," katanya.

Dalam perjalanannya, arah baru Indonesia dimusuhi para pimpinan PKS era Sohibul Iman. Gagasan tersebut dituding sebagai gerakan mengkudeta PKS. Bahkan, kata Mahfudz, banyak pengurus di daerah yang dicopot karena mengikuti diskusi ABI.

Momentum tersebut lah menjadi cikal bakal pembentukan ormas Garbi. "Ya sudah kalau memang ini dimusuhi kita cari wadah alternatif untuk perjuangkan ini. Wadahnya bukan parpol tapi ormas Garbi," kata dia.

Karena itu, Mahfuz pun menegaskan bahwa Garbi murni gerakan intelektual yang digagas oleh orang-orang muda dan bukan sempalan partai politik manapun.

Garbi juga baru memiliki kedudukan sebagai badan hukum di Makassar, Sulawesi Selatan, pada September 2018. Ormas tersebut, dalam kedudukannya sebagai badan hukum, didirikan oleh Muhammad Yusuf Halid, Muhammad Taslim, Irwan, Mudzakkir Ali Djamil, Budi Prasetya Dwi Putra, dan Ahmad Baskam Muhammad. Adapun sosok Anis Matta, kata Mahfuz, tidak terlibat dalam kepengurusan organisasi.

Baca juga: Kehadiran Fahri Hamzah Bakal Ditolak, Garbi NTT: Kami Evaluasi

Menurut Mahfuz, Garbi merupakan ormas yang bersifat nasional. Sehingga, ormas tersebut bisa mendirikan cabang-cabangnya di daerah lain. "Makanya kan di beberapa provinsi juga sudah ada yang mendeklarasikan Garbi ya. Terakhir di Palembang kemarin. Sebelumnya di Bali, Banten," ujarnya.

Mahfuz menuturkan, Garbi akan menjadi wadah dalam menjual gagasan Indonesia ke depan, yaitu menjadi kekuatan kelima dunia. Sedikitnya ada empat pilar atau modal utama Garbi, yaitu Islam, nasionalisme, demokrasi dan kesejahteraan.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal enggan mengomentari soal keberadaan Garbi. Adapun soal perpecahan di tubuh partai itu, Mustafa hanya menjawab singkat, "kami solid."






PKS Instruksikan DPW dan DPD Turun Bantu Korban Gempa Cianjur

4 hari lalu

PKS Instruksikan DPW dan DPD Turun Bantu Korban Gempa Cianjur

Ahmad Syaikhu, menginstruksikan DPW Jawa Barat dan DPD Kabupaten Cianjur untuk turun ke lapangan membantu korban gempa Cianjur


Koalisi Perubahan Tak Kunjung Deklarasi, PKS: Kami Tidak Ingin Cek Kosong

5 hari lalu

Koalisi Perubahan Tak Kunjung Deklarasi, PKS: Kami Tidak Ingin Cek Kosong

Hidayat Nur Wahid, menyebut PKS menginginkan koalisi yang paham betul apa saja yang bakal dikerjakan bersama.


Majelis Syuro PKS Tunggu Hasil Tim Kecil sebelum Keluarkan Keputusan soal Koalisi

5 hari lalu

Majelis Syuro PKS Tunggu Hasil Tim Kecil sebelum Keluarkan Keputusan soal Koalisi

Majelis Syuro PKS menggelar rapat akhir tahun ini untuk menentukan sikap politik Pilpres 2024.


Heru Budi Hartono Tak Lagi Prioritaskan Jalur Sepeda, PKS: Kemunduran Jakarta

7 hari lalu

Heru Budi Hartono Tak Lagi Prioritaskan Jalur Sepeda, PKS: Kemunduran Jakarta

Politikus PKS yang juga anggota Komisi B DPRD DKI Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan Heru Budi Hartono tak prioritaskan pembangunan jalur sepeda.


PKS Tak Ingin Kawin Paksa Anies Baswedan dengan Aher

7 hari lalu

PKS Tak Ingin Kawin Paksa Anies Baswedan dengan Aher

PKS menyatakan siap menerima apa pun keputusan soal cawapres Anies Baswedan, meskipun itu bukan kader mereka Ahmad Heryawan.


Pastikan Dukungan kepada Anies Baswedan dan Soal Koalisi, PKS Gelar Rapat Majelis Syuro Akhir Tahun Ini

7 hari lalu

Pastikan Dukungan kepada Anies Baswedan dan Soal Koalisi, PKS Gelar Rapat Majelis Syuro Akhir Tahun Ini

PKS akan menggelar rapat majelis Syuro untuk memastikan dukungan mereka terhadap Anies Baswedan dan soal koalisi dengan NasDem dan Demokrat.


Anies Baswedan Sebut Kriteria Cawapresnya, Tapi Tak Mau Buru-Buru Menentukan Nama

7 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Kriteria Cawapresnya, Tapi Tak Mau Buru-Buru Menentukan Nama

Anies Baswedan menyebutkan kriteria cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2024. Namanya baru akan dibahas setelah urusan koalisi rampung.


Tim Kecil Koalisi NasDem, Demokrat, dan PKS Bahas Deklarasi Bersama Anies Baswedan Capres 2024

8 hari lalu

Tim Kecil Koalisi NasDem, Demokrat, dan PKS Bahas Deklarasi Bersama Anies Baswedan Capres 2024

Tim kecil dari Partai NasDem, Demokrat, dan PKS bertemu Anies Baswedan di Tebet siang ini. Mereka membicarakan waktu deklarasi bersama dukung Anies.


Bahas Evaluasi Safari, Anies Baswedan, NasDem, PKS, dan Demokrat Berkumpul

8 hari lalu

Bahas Evaluasi Safari, Anies Baswedan, NasDem, PKS, dan Demokrat Berkumpul

Tim kecil dari partai NasDem, Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Anies Baswedan berkumpul untuk membahas evaluasi safari politik.


Spanduk Penolakan Anies Baswedan Bertebaran di Yogyakarta, NasDem: Pasti Didesain

8 hari lalu

Spanduk Penolakan Anies Baswedan Bertebaran di Yogyakarta, NasDem: Pasti Didesain

NasDem menilai pemasangan spanduk penolakan Anies Baswedan di Yogyakarta telah didesain oleh sejumlah pihak tertentu.