Prabowo Minta Tak Ada yang Kirim Karangan Bunga di Ulang Tahunnya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan Prabowo mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon presiden Prabowo Sandiaga Uno, di Sekretariat Nasional, Menteng Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Perempuan Prabowo mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon presiden Prabowo Sandiaga Uno, di Sekretariat Nasional, Menteng Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, meminta tak ada pihak yang mengirim karangan bunga di hari ulang tahunnya yang jatuh pada Rabu, 17 Oktober 2018. Imbauan Prabowo ini disampaikan melalui pesan pendek yang selanjutnya disebarkan oleh Partai Gerindra kepada wartawan.

    Baca: Doa Fadli Zon untuk Ulang Tahun Prabowo ke-67

    "Bagi mereka yang ingin mengirimkan ucapan atau karangan bunga, sebaiknya tidak dikirimkan kepada saya," kata Prabowo dalam pesan yang selanjutnya diestafetkan. Prabowo yang hari ini berulang tahun ke-67 meminta pihak yang berniat mengirim karangan bunga sebaiknya mengurungkannya.

    Selanjutnya, Prabowo meminta mereka sebaiknya mengirimkan bantuan ke daerah-daerah bencana. Prabowo juga menegaskan bahwa hari ini ia tidak menggelar open house untuk kolega maupun masyarakat.

    Meski demikian, ia tak menampik acara atau tradisi keluarga tetap akan dilakukan. Tradisi itu berupa pemberian santunan kepada yatim-piatu.

    Baca: Jubir Timses Prabowo Gembira Diperiksa Kasus Ratna Sarumpaet

    Mantan Danjen Kopassus itu lebih lanjut menegaskan bahwa ia tidak berfokus pada pertambahan usianya. "Negara kita akhir-akhir ini sedang tertimpa bencana alam. Saya juga sedang fokus untuk mengumpulkan bantuan ke daerah bencana," ujar Prabowo.

    Pesan itu lantas diakhiri dengan tanda hormat dan nama diri Prabowo Subianto. Adapun politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan partainya juga tidak akan menggelar perayaan khusus untuk ulang tahun Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. "Tidak ada agenda khusus. Ucapan hanya disampaikan lewat pesan saja," ujar Andre saat dihubungi Tempo pada Rabu pagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.