Kaca Anti Peluru untuk Gedung DPR? JK: Tak Ada yang Seperti Itu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB Antonio Guterres meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB Antonio Guterres meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai usul pemasangan kaca anti peluru di gedung DPR berlebihan. Pemasangan pelindung seperti itu, kata JK, membutuhkan anggaran yang sangat besar.

    JK menceritakan di rumahnya, hanya kamarnya saja yang anti peluru. “Yang lainnya tidak, karena mahal," kata JK di kantornya, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

    Baca: Polri Akan Uji Balistik Dua Peluru yang Tembus Gedung DPR

    JK mengatakan pemasangan kaca anti peluru di DPR menjadi tak mungkin lantaran akan mengeluarkan banyak biaya. "Bagaimana bisa jadi? Tidak ada di dunia ini seperti itu," ujarnya.

    Peluru menembus kaca ruangan anggota DPR Fraksi Gerindra Wenny Warouw di lantai 16 Gedung Nusantara I, kemarin, Senin, 15 Oktober 2018. Begitu pun dengan ruangan anggota Fraksi Golkar Bambang Herry Purnama di lantai 13.

    Baca: Lima Hal di Sekitar Dua Peluru yang Melayang ke Gedung DPR ...

    Polisi masih menyelidiki penembakan itu. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menduga penembakan itu bukan disengaja. "Diduga ada peluru menyasar," kata Argo, kemarin. Di dekat DPR terdapat Lapangan Tembak Senayan.

    Menurut JK jika betul ada peluru nyasar, langkah yang harus dilakukan adalah memperbaiki keamanan tempat latihan menembak. "Artinya, sasaran harus jelas ke mana. Jangan sasarannya ke arah DPR," kata dia.

    Namun JK nampak meragukan dugaan peluru nyasar itu. Pasalnya letak gedung DPR dan sasaran tembak berbeda. "Masa tiba-tiba menghadap ke sana latihannya?" JK menyarankan agar menunggu hasil investigasi kepolisian.

    Simak: Peluru Nyasar yang Menembus Gedung DPR ...

    Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan polisi sedang memeriksa proyektil yang ditemukan. "Teknisnya, proyektil yang kami temukan akan diperiksa menggunakan sarana tertentu untuk disesuaikan."

    Polisi akan menyesuaikan proyektil dengan temuan di lokasi. Hasil investigasi juga akan dicocokkan dengan sejumlah senjata.

    Hasil investigasi akan membuktikan pemilik peluru yang menembus kaca gedung DPR. Ari Dono mengatakan polisi juga berupaya mencari tahu motif dan modus penembakan. "Nanti kita lihat ada unsur pidana atau kelalaian, kemudian mengakibatkan apa. Ada proses lagi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.