Viral Murid Berseragam Pramuka Diajak Yel-yel 2019 Ganti Presiden

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Pramuka menampilkan atraksi dalam peringatan HUT Pramuka ke-57 di Lapangan Gajah Mada, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. ANTARA

    Sejumlah anggota Pramuka menampilkan atraksi dalam peringatan HUT Pramuka ke-57 di Lapangan Gajah Mada, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa berseragam Pramuka diajak meyerukan yel-yel 2019 ganti presiden. Dalam video berdurasi 20 detik tersebut para murid terlihat dipandu oleh seorang laki-laki.

    Baca: Gempa Palu, Ketua Kwarnas Budi Waseso Kirim Tim Pramuka Peduli

    Di awal video, seorang lelaki dalam video tersebut mengangkat satu tangan kanannya dan menyerukan takbir, lalu diikuti oleh para siswa. Setelah itu lelaki itu berseru, 2019. Sontak para siswa menjawabnya "ganti presiden" dengan mengangkat tangan kanan mereka.

    Tidak cukup sekali, lelaki itu pun mengulanginya dengan menyebutkan 2019 dan dijawab oleh para siswa "ganti presiden". Dan Terakhir lelaki itu pun kembali mengatakan 2019 dan diikuti oleh para siswa dengan "ganti presiden".

    Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait kapan dan dimana video tersebut direkam. Pihak Kwarnas Pramuka saat berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi. Tempo masih terus mengupayakan konfirmasi.

    Baca: Budi Waseso Jadi Ketua Pramuka 2018-2023, Ini Harapan Kemenpora

    Video tersebut juga diunggah oleh Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melalui akun Twitternya. Dia memprotes keras video tersebut.

    "Saya protes keras terhadap video yang sengaja mempolitisasi Pramuka dan membawa anak-anak ke politik praktis," kata Gus Ipul melalui akun Twitternya, Senin 15 Oktober 2018.

    Gus Ipul pun mendesak Kwarnas Pramuka untuk segera memproses video tersebut secara hukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.