Muhaimin: Pidato Game of Thrones Jokowi Sesuai Konteks

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam rangkaian kunjungan ke NTT, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Muhaimin Iskandar menyempatkan diri mampir ke STFK (Sekolah Tinggi Filsafat Katolik) Ledalero di Kabupaten Sikka pada Rabu siang, 10 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    Dalam rangkaian kunjungan ke NTT, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Muhaimin Iskandar menyempatkan diri mampir ke STFK (Sekolah Tinggi Filsafat Katolik) Ledalero di Kabupaten Sikka pada Rabu siang, 10 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin turut mengomentari pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberi sambutan dalam acara Plennary Meeting, di Bali Nusa Dua Convention Center, Jum'at 12 Oktober 2018. Menurut Cak Imin, sejatinya inspirasi soal kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan bisa datang dari mana saja, termasuk serial televisi Game of Thrones.

    Baca juga: Pidato Jokowi Game of Thrones, Prabowo Make Indonesia Great Again

    Meski demikian, Cak Imin mengingatkan seorang pemimpin harus memberikan kata-kata pidato sesuai dengan konteks kondisi di Indonesia. "Alhamdulillah pidato-pidato pak Jokowi sangat kontekstual dengan kebutuhan rakyat kita," ujar Cak Imin di Graha Insan Cita, Depok, Minggu 14 Oktober 2018.

    Sebelumnya Jokowi menyebutkan kondisi ekonomi global saat ini seperti dalam serial Game of Thrones. Ia mencontohkan kisah dalam serial tersebut soal beberapa great houses dan great family yang bertarung hebat antara satu dengan lainnya untuk memperebutkan kekuasaan dan mengambil alih kembali The Iron Throne.

    "Yakni evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran," kata Jokowi dalam sambutannya itu.

    Perebutan kekuasaan itu, kata Jokowi, seperti roda yang berputar sehingga menimbulkan great house yang berjaya tetapi ada juga yang mengalami kesulitan. Namun, para great houses tersebut lupa tatkala sibuk bertarung seru dengan yang lain mereka tidak sadar akan adanya ancaman besar dari utara.

    Karena itu, Jokowi mengatakan, di dunia nyata, kondisi di film Game of Thrones itu serupa dengan kondisi saat ini yang mana balance of power atau aliansi antar negara negara maju sepertinya tengah mengalami keretakan. Sementara lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan terjadi banyak masalah. Hal ini ditunjukkan oleh lonjakan drastis harga minyak dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami oleh negara emerging market.

    Baca juga: 

    Pertarungan tersebut menimbulkan adanya negara yang mengalami dan menikmati pertumbuhan pesat, namun di banyak negara terdapat pula pertumbuhan yang lemah atau tidak stabil. Selain itu, perang dagang semakin marak, dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang, banyak negara juga mengalami tekanan pasar yang besar.

    Atas sambutannya ini, Direktur IMF Christine Lagarde sempat memberi pujian untuk Presiden Jokowi. "Saya juga berterima kasih kepada Presiden telah menyampaikan pidato yang sangat baik, kami begitu kurang berhasil untuk menyampaikan yang sama," ujar Lagarde sambil tergelak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.