Kamis, 13 Desember 2018

Pengen Nonton Helikopter, Pengungsi Gempa Palu Naik Motor 2 Jam

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter MI 17 Milik TNI AD Mendistribusikan bantuan logistik seberat 2 ton ke wilayah terisolasi di Desa Bolapapu, Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu 13 Oktober 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Helikopter MI 17 Milik TNI AD Mendistribusikan bantuan logistik seberat 2 ton ke wilayah terisolasi di Desa Bolapapu, Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu 13 Oktober 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Palu - Pengungsi gempa Palu, Orna, 55 tahun, warga asal Lonca, Kabupaten Sigi, menempuh waktu dua jam dari rumahnya ke Lapangan Bolapapu, Kecamatan Kelawi, Kabupaten Sigi. Ia mengendarai sepeda motor dari kampung asalnya yang berada di daerah pegunungan untuk melihat helikopter.

    “Saya ingin lihat helikopter. Katanya ada heli mau mendarat,” ujar Orna kepada Tempo kemarin, Sabtu, 13 Oktober. Orna datang dengan berjaket grup sepakbola Tim Nasional Spanyol. Ia menggandeng anaknya, Ellen, murid kelas 2 SMP dan keponakannya, Fenastasya, siswa kelas 1 SMA.

    Baca: Ini Penyakit yang Mulai Menyambangi Pengungsi Gempa Palu

    Orna dan dua remaja itu mula-mula mendekat ke helikopter yang parkir di tengah lapangan. Heli MI 17 milik Skadron Udara 31/Serbu TNI Angkatan itu tiba di Lapangan Bolapapu pukul 10.00 Wita. Para personel TNI AD dan TNI AU mengangkut 2 ton logistik bantuan dari posko penyaluran Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu untuk disalurkan ke wilayah terisolasi di Sigi.

    Dengan ragu-ragu, Orna meminta izin kepada salah seorang personel TNI AU. Ia mengatakan ingin berfoto di depan helikopter yang digunakan untuk mengevakuasi korban dan menyalurkan bantuan untuk daerah terdampak gempa dan tsunami Palu itu, tepat di bawah baling-baling dan moncongnya. Namun, tidak dibolehkan lantaran berbahaya. Orna pun disarankan untuk berfoto di samping badan heli.

    Baca: Rumahnya Retak karena Gempa Palu, Cinta Pilih Tinggal di Tenda

    Raut wajah Orna dan dua remaja ini langsung berubah. Ketiganya tersenyum sambil mengucap terima kasih berkali-kali. Di tengah pose, para personel TNI AU menyilakan Ornia, Ellen, dan Fenatasya untuk duduk di tepi heli. Ellen melonjak kegirangan. Kaki kirinya langsung sigap meloncat ke tangga pintu helikopter.

    Ia berganti-ganti pose. Begitu pun bergantian Orna dan Fenatasya. Setelah puas berfoto, ketiganya juga meminta para personel TNI AU untuk berfoto bareng.

    Simak: Heli Harapan Para Korban Gempa Palu di Pegunungan

    Tak cuma Ornia, Ellen, dan Fenatasya, belasan warga juga menggeruduk sisi belakang helikopter untuk berfoto. Bahkan, mereka meminta berpose bareng kapten penerbang. Senyum para penduduk terdampak gempa Palu itu mengembang. Ada kebahagiaan sederhana di balik gempa Palu yang melanda dua pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.