Di Forum IMF, JK Minta Maaf Soal Macet Jakarta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Sekjen PBB Antonio Guterres (kanan) dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva sebelum meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Sekjen PBB Antonio Guterres (kanan) dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva sebelum meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bali - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta maaf kepada tamu undangan International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB) yang terjebak macet di Jakarta. Menurut dia, kondisi tersebut tak dapat dihindari.

    Baca: Belajar dari Bangkok, JK: Bangun Infrastruktur Jangan Nanggung

    "Kalau anda ke Jakarta saya minta maaf, bahwa selalu menghadapi trafic jam," ujarnya saat berbicara di forum infrastruktur Asian Development Bank di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    JK mengatakan, kemacetan merupakan tanda kemajuan suatu daerah. Di New York, misalnya, jauh lebih macet dibandingkan Jakarta. Ini menandakan daya beli masyarakat yang semakin meningkat.

    Menurut JK, masyarakat cenderung menambah kendaraan mereka saat semakin macet. "Kalau dulu masyarakat rumah tangga hanya membeli satu mobil, karena trafic jam terpaksa membeli dua mobil untuk bapak dan istrinya. Kalau makin trafic jam lagi dia beli satu lagi untuk anaknya," kata dia.

    JK menuturkan, pemerintah Jakarta mulai membangun sejumlah transportasi publik untuk mengatasi kemacetan. Dia mengakui Jakarta terlambat memulai dibandingkan kota besar di negara lain. Namun dia optimistis keterlambatan ini bisa ditebus lantaran fasilitas yang diciptakan beragama. Selain itu, pemerintah menerapkan aturan ganjil genap untuk mengurangi kemacetan.

    Simak juga: World Bank Janji US$5 Juta untuk Infrastruktur Korban Gempa Palu

    Faktor penting lainnya untuk mengatasi kemacetan adalah partisipasi masyarakat. JK mengatakan masyarakat harus menggubah kebiasaan dengan lebih sering menggunakan fasilitas transportasi publik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.