Rabu, 24 Oktober 2018

TNI AD Laksanakan Sertijab Tiga Pejabat Strategis

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta-Tiga pejabat strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melaksanakan acara serah terima jabatan di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar AD, Jakarta, Jumat 12 Oktober 2018. Serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono.

    Tiga pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan adalah Panglima Daerah Militer XVII/Cendrawasih dari Mayor Jenderal George Elnadus Supit kepada Mayjen Yosua Pandit Sembiring, Gubernur Akademi Militer dari Mayjen Eka Wiharsa kepada Brigjen Dudung Abdurachman, dan Direktur Keuangan TNI Angkatan Darat dari Brigjen Sasongko Hardono kepada Kolonel Cku Temas.

    Baca: Ditantang Gatot Nurmantyo Nobar Film G30SPKI, Ini Jawaban TNI AD

    "Serah terima jabatan di lingkungan TNI AD merupakan proses alamiah dalam konteks manajemen organisasi," kata Mulyono dalam amanatnya di acara tersebut.

    Menurut Mulyono, mekanisme serah terima jabatan selalu mengacu pada prinsip pembinaan personel dan pembinaan organisasi yang saling berkaitan satu sama lain. Ia mengatakan sertijab bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi. "Serta pengembangan karier bagi perwira yang bersangkutan," ujarnya.

    Di ujung amanatnya, Mulyono mengucapkan rasa terima kasih kepada para pejabat lama yang mengabdi di TNI AD. Ia juga berpesan agar hal-hal positif yang telah dilakukan di jabatan sebelumnya dijadikan acuan untuk jabatan berikutnya.

    Simak: Maksud Jenderal Mulyono Soal Berpolitik Menambah Dosa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.