Jumat, 19 Oktober 2018

AJI Minta Laporan Indonesialeaks Tidak Dikaitkan Pilpres

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trusted Media Summit yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Internews dan didukung oleh Google News Initiative, diadakan di Hotel Gran Melia, Jakarta, Sabtu 5 Mei 2018. Istimewa

    Trusted Media Summit yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Internews dan didukung oleh Google News Initiative, diadakan di Hotel Gran Melia, Jakarta, Sabtu 5 Mei 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan mengatakan pro-kontra atas pemberitaan laporan investigasi Indonesialeaks memang tidak dapat dihindari. Apalagi, kata dia, pemberitaan ini terjadi bebarengan di tahun politik. "Soal (pemberitaan) yang dimanfaatkan politisi, ini sesuatu yang di luar kendali teman-teman di Indonesialeaks menurut saya," kata Manan saat dihubungi, Jumat 12 Oktober 2018.

    Sebelumnya, laporan investigasi kolaborasi Indonesialeaks mengungkap kejanggalan atas kasus yang terjadi pada 2017. Saat itu, KPK tengah menangani kasus dugaan suap yang melibatkan Basuki Hariman dan mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar.

    Baca: AJI: Hasil Investigasi Indonesialeaks Penuhi Standar Jurnalistik

    Dalam penyelidikan itu KPK menggunakan alat bukti berupa buku merah yang mencatat aliran dana dari Basuki kepada beberapa pejabat tinggi di Indonesia, salah satunya adalah Kapolri Tito Karnavian. Kemudian, dua penyidik KPK saat itu, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun, ditemukan melakukan pengrusakan dan penyobekan terhadap alat bukti buku merah tersebut. Aksi ini terekam oleh kamera CCTV KPK.

    Akibat dugaan pengrusakan alat bukti ini, dua penyidik itu sempat mendapat pemeriksaan dari penyidik internal KPK. Tak sampai penyidikan selesai, keduanya ditarik kembali ke Mabes Polri.

    Laporan Indoleaks ini mengundang beragam reaksi dari tokoh-tokoh masyarakat. Di antaranya, Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional Amien Rais yang mendesak pencopotan Tito Karnavian, hingga Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang mengatakan laporan investigasi ini bagian dari drama-drama hoax menjelang pemilihan presiden.

    Simak: Kata Tim Prabowo soal Indonesialeaks Bagian Drama Ratna Sarumpaet

    Manan mengatakan laporan investigasi kolaborasi Indonesialeaks berbasis pada data dan fakta. Menurut dia, laporan ini lebih menyoal pada temuan perusakan barang bukti yang dilakukan oleh dua penyidik polisi. "Kita tahu bahwa penyobekan perusakan barang bukti itu sebenarnya masuk kategori tindak pidana, sebagai salah satu bentuk perintangan penyidikan," ujarnya.

    Manan meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mengaitkan hasil laporan investigasi itu dengan pemilihan presiden. Bagi kubu pendukung Prabowo Subianto, ia meminta pemberitaan ini tidak digunakan untuk interest atau kepentingan kelompoknya.

    "Dan saya berharap dari kelompok Jokowi, bantah saja dengan data kalau memang merasa bahwa kami salah, buktikan. Jangan menuduh bahwa  Indonesialeaks ini drama yang macam-macam," tutur jurnalis Tempo ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.