Selasa, 23 Oktober 2018

KPK: Pengembalian Eddy Sindoro Dibantu Otoritas Singapura

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dan Laode Muhammad Syarif memberikan keterangan kepada media di gedung KPK, Jakarta, 16 Maret 2018. Dalam keterangannya KPK menetapkan Calon Kepala Daerah Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dalam pembebasan lahan Bandara Bobong dan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) nonaktif Abdul Latif dengan sangkaan menerima gratifikasi dan pencucian uang.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dan Laode Muhammad Syarif memberikan keterangan kepada media di gedung KPK, Jakarta, 16 Maret 2018. Dalam keterangannya KPK menetapkan Calon Kepala Daerah Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dalam pembebasan lahan Bandara Bobong dan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) nonaktif Abdul Latif dengan sangkaan menerima gratifikasi dan pencucian uang. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks petinggi Lippo Group Eddy Sindoro akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Eddy buron ke luar negeri.

    Baca: Lama Jadi Buron, Eddy Sindoro Serahkan Diri ke KPK

    Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan ES menyerahkan diri. Laode menjelaskan penyerahan diri ES berkat bantuan dari sejumlah instansi, yaitu kedutaan, Polri, dan Imigrasi, serta informasi dari masyarakat yang disampaikan kepada kami.

    "Proses pengembalian ini juga dibantu oleh otoritas Singapura," ujarnya saat dihubungi Jumat, 12 Oktober 2018. KPK akan memberikan penjelasan lengkap terkait penyerahan diri Eddy melalui konferensi pers pada sore ini.

    Eddy Sindoro ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu oleh KPK pada November 2016. Eddy diduga menyuap panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution terkait pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan di bawah Lippo Group, yang ditangani di PN Jakarta Pusat.

    Baca: Ketua KPK: Eddy Sindoro Sudah Masuk Jadi Buronan Internasional

    Saat ditetapkan sebagai tersangka, Eddy telah berada di luar negeri. Karena itu, Eddy belum sekali pun diperiksa KPK.

    Pada 29 Agustus 2018, Eddy Sindoro dikabarkan sempat dideportasi ke Indonesia. Namun dia berhasil kabur lagi ke luar negeri. Pelarian itu diduga dibantu oleh pengacara Lucas. KPK pun telah menetapkan Lucas sebagai tersangka peringtangan penyidikan karena perbuatannya itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.