Selasa, 23 Oktober 2018

JK, Sekjen PBB, Bos World Bank Kunjungi Korban Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva (kiri) mendengarkan paparan Sekjen PBB Antonio Guterres (kanan) sebelum meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu, di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva (kiri) mendengarkan paparan Sekjen PBB Antonio Guterres (kanan) sebelum meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu, di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan mengunjungi korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 12 Oktober 2018. Keduanya datang dalam waktu terpisah. Rombongan Jusuf Kalla atau JK tiba 15 menit lebih dulu di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie pukul 10.15 Wita menumpang pesawat kepresidenan.

    JK dan rombongan menyambut kehadiran Seketaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Geuterres datang bersama CEO World Bank Kristalina Georgieva. Keduanya tampak kompak menggunakan kemeja putih, senada dengan JK.

    Baca: Pengungsi Gempa Palu Kesulitan Mendapat Bantuan Beras

    JK berkemeja putih khas kostum Kabinet Kerja Joko Widodo dengan celana kain biru warna biru tua. Ia didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

    JK dan Guterres duduk di beranda ruang VIP bandara untuk mendengarkan penjelasan dari Kepala BNPB. JK meminta maaf sehubungan dengan situasi darurat di bandara kepada tamunya. "Mohon maaf kami sambut dengan keadaan seperti ini karena kami sedang berada dalam situasi bencana," ujar JK.

    Baca: Gempa dan Tsunami Palu, Korban Meninggal 2.010 Orang

    Willem menjelaskan mengenai titik-titik wilayah terdampak gempa Palu dilengkapi dengan peta satelit Palu kepada JK dan Guterres. "Gempa dan tsunami berdampak besar bagi masyarakat karena menimpa Palu yang merupakan ibu kota Sulawesi Tengah dan pusat perekonomian," ujarnya. Kedua rombongan menyimak.

    Guterres mendengarkan Willem sambil mengernyitkan dahi. Ia sempat memuji pemerintah Indonesia yang sigap dengan penanganan tsunami dan gempa Palu. "Indonesia seharusnya bangga karena pemerintahnya sangat tanggap bencana," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.