Presiden IFAD Apresiasi Model Pembangunan Desa di Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden IFAD Gilbert Houngbo dalam pertemuan terbatas dengan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di sela pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Presiden IFAD Gilbert Houngbo dalam pertemuan terbatas dengan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di sela pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

    INFO NASIONAL - Keberhasilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendapat pujian dari Presiden The International Fund for Agricultural Development (IFAD) Gilbert Houngbo. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden IFAD itu dalam pertemuan terbatas dengan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di sela pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Menurut Houngbo, program dana desa adalah sebuah transformasi untuk wilayah perdesaan, di mana dengan model ini semua pihak mandapatkan manfaat. Ini sejalan dengan program-program IFAD untuk membangun wilayah perdesaan melalui bidang pertanian.

    "Apa yang paling mengesankan bagi saya adalah, dalam program dana desa ini pembangunan dilakukan terintegrasi antara sektor pembangunan sosial dan ekonomi. Kami akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Desa untuk membuat presentasi yang akan kami rekomendasikan untuk negara-negara berkembang di seluruh dunia," ujarnya.

    Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan yang dilakukan Mendes PDTT Eko Puto Sandjojo dengan pihak IFAD beberapa waktu lalu di Milan, Italia.

    Menteri Eko mengatakan, percepatan pembangunan di pedesaan adalah kunci penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain memetakan potensi produk unggulan, desa harus didorong mampu memberi nilai tambah pada komoditas agar memiliki daya jual lebih tinggi. "Dengan demikian, pendapatan masyarakat akan lebih besar. IFAD yakin model ini adalah model pembangunan yang sustainable," kata Menteri  Eko. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.