Senin, 10 Desember 2018

Cak Imin: Sahabat Itu Penolong dalam Kesulitan, Meski Beda Politik

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam rangkaian kunjungan ke NTT, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Muhaimin Iskandar menyempatkan diri mampir ke STFK (Sekolah Tinggi Filsafat Katolik) Ledalero di Kabupaten Sikka pada Rabu siang, 10 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    Dalam rangkaian kunjungan ke NTT, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Muhaimin Iskandar menyempatkan diri mampir ke STFK (Sekolah Tinggi Filsafat Katolik) Ledalero di Kabupaten Sikka pada Rabu siang, 10 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Dalam rangkaian kunjungan ke NTT, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Muhaimin Iskandar menyempatkan diri mampir ke STFK (Sekolah Tinggi Filsafat Katolik) Ledalero di Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu siang, 10 Oktober 2018. 

    Selain meninjau dan bercengkerama dengan para pastor, frater dan mahasiswa, tokoh yang digelari Panglima Santri ini juga mengajak para civitas untuk menjaga persahabatan, meski ada perbedaan pilihan politik.

    "Tahun politik ini suasana bisa jadi akan agak panas. Namun persahabatan jangan sampai putus. Pertemanan jangan sampai menjauh. Kalau ada apa-apa, yang bantuin kita nanti juga pasti sahabat dan tetangga. Jadi jagalah supaya silaturahmi jangan buyar karena politik. Rugi sendiri nanti,” kata mantan Menakertrans itu kepada 1006 mahasiswa STFK, rektor STFK Otto Gusti Madung dan para dosen.

    "Saya sebagai ABG alias Anak Buah Gus Dur tetap mengawal komitmen beliau untuk Indonesia yang bersatu dan beragam. Saya takjub juga bahwa Gus Dur pernah menginap di STFK sini. Bangganya saya jadi ABG," kata Ketua Umum PKB ini.

    Pada malamnya, Cak imin juga ikut menghadiri acara doa bagi warga Palu - Donggala di depan Sikka Convention Centre. Bersama Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martianus Sadu, Ketua Umum PKB ini terlihat terharu mendengarkan doa yang dipimpin Uskup. 

    "Palu dan Donggala adalah kesedihan kita bersama. Doa dan penggalangan dana adalah bentuk solidaritas kita kepada mereka. Buktikanlah cinta kita kepada Tuhan dengan mencintai ciptaan-Nya yang tengah berduka," demikian bagian dari doa Uskup. 

    Selain doa, dalam acara Malam 1000 Lilin itu juga diadakan penggalangan dana dan berhasil terkumpul uang sebanyak Rp 70.640.000. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.