Selasa, 23 Oktober 2018

Suap PLTU Riau-1, Eni Saragih Sebut Dirut PLN Dapat The Best

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih berusaha menghindari awak media saat bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan pada Sabtu malam, 14 Juli 2018. Sebelumnya, KPK menangkap sembilan orang, terdiri atas anggota DPR, staf ahli, sopir, dan pihak swasta dalam OTT di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham pada Jumat, 13 Juli 2018. ANTARA.

    Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih berusaha menghindari awak media saat bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan pada Sabtu malam, 14 Juli 2018. Sebelumnya, KPK menangkap sembilan orang, terdiri atas anggota DPR, staf ahli, sopir, dan pihak swasta dalam OTT di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham pada Jumat, 13 Juli 2018. ANTARA.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Saragih mengatakan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sempat disebut akan mendapat rezeki paling besar dari proyek PLTU Riau-1. Hal itu dia sampaikan saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa eks pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo.

    Baca juga:  Eni Saragih Serahkan Duit Suap PLTU Riau Rp 1,25 Miliar

    “Saya sampaikan juga ada sesuatu, karena pekerjaan ini (PLTU Riau-1) sudah selesai dari terdakwa, Pak Sofyan dapat yang paling the best-lah, paling banyak,” kata dia saat bersaksi dalam sidang itu di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Eni mengatakan pembahasan mengenai rezeki dari PLTU Riau-1 itu dibahas di Hotel Fairmont, Jakarta pada 3 Juli 2018. Pertemuan dihadiri Eni, Sofyan Basir dan Kotjo. Menurut Eni, pertemuan itu membahas finalisasi proyek PLTU Riau-1 yang rencananya akan digarap konsorsium yang terdiri dari Blackgold, PT Samantaka, PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi.

    Eni Saragih mengatakan hasil pertemuan tersebut kemudian dia sampaikan kepada Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham keesokan harinya, 4 Juli 2018 melalui telepon. Kepada Idrus, Eni mengatakan semua isi pertemuan, termasuk Eni meminta Sofyan Basir bicara kepada Kotjo agar Idrus Marham juga diperhatikan dalam proyek ini. “Saya juga bilang, sudah saya minta supaya Pak Sofyan, bilang ke Pak Kotjo supaya memperhatikan Pak Idrus,” kata dia.

    Baca juga: 5 Peran Setya Novanto dalam Kasus PLTU Riau-1

    Selain itu, Eni Saragih juga menyampaikan kepada Idrus perihal rezeki dari PLTU Riau-1. Eni mengatakan, dalam pertemuan di Fairmont, Kotjo mengatakan: “Kalau ada rezeki, yang paling banyak Pak Sofyan.” Tapi menurut Eni, Sofyan kemudian mengelak. Sofyan, kata dia, mengatakan rezeki itu akan dibagi sama antara mereka bertiga. “Pak Sofyan bilang enggaklah, disampaikan pada saat itu, ya sudah nanti kita bagi bertiga yang sama,” kata Eni.

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Kotjo memberikan suap Rp 4,75 miliar kepada Eni Saragih untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1. Menurut jaksa, Eni beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara Kotjo dan Direksi PLN termasuk Sofyan Basir untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.