Selasa, 23 Oktober 2018

Cerita Warga Sumenep Saat Gempa Situbondo Mengguncang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, JakartaGempa Situbondo berkekuatan magnitudo 6,4 sempat membuat warga Sumenep, Jawa Timur panik.

    Afif, warga Desa Longos, Kecamatan Gapura mengisahkan peristiwa yang dirasakan saa gempa itu mengguncang. Desa yang ditinggali Afif terletak di ujung timur Kabupaten Sumenep, dekat pantai Lombang. Cukup dekat pusat gempa di laut Situbondo.

    Baca juga: BMKG Pasang Alat Deteksi Gempa di Situbondo

    "Saya terbangun karena atap rumah bergerak dan menciptakan bunyi yang menakutkan, saya langsung bawa anak dan istri keluar," kata dia.

    Meski cukup dekat dengan pusat gempa, Afif menuturkan tak ada rumah yang rusak di desanya. "Genting hanya bergerak, tapi satu pun tidak yang jatuh," ungkap dia.

    Sampai saat ini, laporan kerusakan akibat gempa baru terjadi Kecamatan Pulau Sapudi, kecamatan Bluto, Kecamatan Kalianget, dan Kecamatan Batang-batang.

    Tapi kini warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tetap beraktivitas seperti biasa. Ada yang mengajar, berdagang atau ke ladang. Meski begitu, sejumlah warga mengaku takut dan trauma, khawatir ada gempa susulan.

    "Alhamdulillah, rumah-rumah di sini tidak ada yang rusak," kata Rahman, Warga Desa Mandala, Kecamatan Ganding. Kecamatan ini terletak di wilayah barat Kabupaten Sumenep.

    Meski tak ada bangunan rusak, namun getaran gempa sangat terasa. Rahman menggambarkan perabotan rumahnya berbunyi, juga atap rumahnya berdecit nyaring.

    Hal senada diungkapkan Makdum, warga Desa Bilaporah, Kecamatan Lenteng. Kata dia, dirinya baru saja terlelap saat gempa terjadi sekitar jam 01.50 wib, Kamis dini hari.

    "Yang pertama terdengar itu perabotan pada ribut, panci-panci berisik, saat nyoba berdiri, barulah getaran gempa terasa," ujar dia.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memberikan update terbaru terkait korban gempa Situbondo yang terjadi Kamis dini hari.

    Informasi terbaru, tiga orang meninggal dan delapan orang mengalami luka-luka karena tertimpa bangunan. “Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan menyangkut dampak gempa yang mengguncang wilayah Jawa Timur ini,” ujar Sutopo saat dihubungi Tempo pada Kamis, 11 Oktober 2018.

    Tiga orang yang meninggal akibat gempa Situbondo itu adalah Nuril Kamiliya dari Desa Prambanan, Gayam, Sumenep; H. Nadhar asal Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Gayam, Sumenep serta satu orang yang masih diidentifikasi dari Desa Prambanan, Gayam.

    Baca juga: Gempa Hari Ini Melanda Sebagian Wilayah Jawa Timur

    Sementara itu, berikut daftar 8 korban yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan;

    1. Aswiya (65), Dusun/Desa Pancor
    2. Sudik (65), Dusun Wakduwak, Desa Pancor
    3. Nasiya (60), Dusun Jambusok, Desa Prambanan
    4. Rinami (70), Dusun Guder Deje, Desa Nyamplong
    5. Muhawiya (60), Dusun Karang Nyior, Desa Prambanan
    6. Sarwini (50), Dusun Jambusuk, Desa Prambanan
    7. Samsu (60), Dusun Kon Laok, Desa Prambanan
    8. Su'aida (55), Dusun Kon Laok, Desa Prambanan
    9. Sarwini (50), Dusun Jambusuk, Desa Prambanan

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat gempa bumi berkekuatan 6,4 SR itu terjadi pada Kamis dini hari pukul 01.44 WIB pada Lintang 7.42 LS, Bujur 114.47 BT kedalaman 10 KM dan lokasi Selat Bali.

    Titik pusat gempa berada 61 kilometer timur laut Situbondo, Jawa Timur, 83 Kilometer tenggara Sumenep, Jatim, 87 kilometer timur laut Kabupaten Bondowoso, 161 kilometer barat laut Denpasar, Bali, dan 860 kilometer tenggara Jakarta, dan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.