Gempa Situbondo, Gubernur Jatim Minta Camat Segera Data Korban

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien dievakuasi keluar ruangan ketika terjadi gempa di RS Larasati  Pamekasan, Jatim, Kamis, 11 Oktober 2018. Data BMKG, gempa bermagnitudo 6,4 SR yang berpusat di 61 km sebelah timur laut Kabupaten Situbondo pada pukul 01.44.57 Wib dengan kedalaman 10 km itu juga sempat menimbulkan kepanikan  di beberapa daerah di Madura. ANTARA

    Pasien dievakuasi keluar ruangan ketika terjadi gempa di RS Larasati Pamekasan, Jatim, Kamis, 11 Oktober 2018. Data BMKG, gempa bermagnitudo 6,4 SR yang berpusat di 61 km sebelah timur laut Kabupaten Situbondo pada pukul 01.44.57 Wib dengan kedalaman 10 km itu juga sempat menimbulkan kepanikan di beberapa daerah di Madura. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal Arif Rahman meninjau lokasi terdampak bencana gempa Situbondo di Pulau Sapudi pada Kamis, 11 Oktober 2018.

    "Setelah rapat terbatas tadi pagi, Pak Gubernur dan Kapolda serta Pangdam menuju lokasi bencana menggunakan helikopter untuk memantau langsung kondisi usai gempa," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya pada Kamis, 11 Oktober 2018.

    Baca: Gempa Situbondo 6,4 M Dirasakan Sebagian Wilayah di Jawa Timur

    Gempa dengan magnitudo 6,4 skala Richter (dimutakhirkan menjadi 6,3 SR) mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis dini hari pukul 01.57 WIB. BMKG melaporkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 kilometer arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo pada kedalaman 12 kilometer.

    Sebelumnya, kata Aries, gubernur telah mengumpulkan sejumlah kepala OPD terkait penanganan usai gempa. Soekarwo juga telah menghubungi Camat Gayam, Kabupaten Sumenep, yang merupakan daerah di Pulau Sapudi, untuk memastikan kondisi awal di lokasi. "Beliau meminta segera dilakukan pendataan terkait berapa rumah yang rusak dan berapa warga yang mengalami luka-luka maupun korban meninggal dunia," ujarnya.

    Baca: BNPB: Gempa Situbondo Menewaskan 3 Orang di Sumenep

    Selain itu, Gubernur telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya turun ke lokasi untuk membangun rumah rusak, kemudian Dinas Kesehatan serta jajarannya menangani korban luka secara serius, bahkan memberikan santunan kepada keluarga dari korban meninggal dunia.

    "Intinya, Pak Gubernur tidak ingin masyarakat lama-lama berduka sehingga harus segera diatasi. Semua tim bergerak untuk memastikan kondisi yang terbaik usai bencana," kata Aries.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data sementara dampak gempa Situbondo. Ada tiga orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan.

    Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam, termasuk tiga orang meninggal dunia adalah Nuril Kamiliya (7), H Nadhar (55) dan seorang lelaki dewasa yang saat ini sedang diidentifikasi.

    Gempa terasa di seluruh wilayah Jatim, meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Kemudian, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota/Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten/Kota Mojokerto.

    Baca: Gempa Situbondo, Pemkab Sumenep Masih Data Korban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.