Antisipasi Gempa, Panitia IMF - World Bank Siapkan Alat Berat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat berat. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi alat berat. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, JakartaGempa Situbondo berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Jawa Timur dan Bali pada Kamis dini hari 11 Oktober 2018 ikut mengagetkan peserta pertemuan IMF - World Bank di Bali.

    Baca juga: Gempa Situbondo Berkekuatan M 6,3, Pusatnya Berada di Laut

    Elisa Valenta, misalnya, wartawan yang menginap di Hotel Core, Jalan Pratama, Benoa, Badung, Bali terkejut ketika gampa terjadi. Ia bersama temannya segera berlari meninggalkan kamar.

    Panitia pertemuan IMF - World Bank ternyata sudah mengantisipasi jika gempa terjadi selama pertemuan itu berlangsung.

    Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan mengatakan sudah menyiapkan alat berat jika gempa mengguncang.

    “Kalau terkait eskavator, kami sudah siapkan 2 buah, sejak sebelum pelaksanaan pertemuan itu. Koordinasi sudah lama dilakukan dengan panitia, termasuk rencana evakuasi bilamana ada kondisi darurat,” ujar Handy saat dihubungi Tempo pada hari ini, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Kabarnya, panitia meminta disediakan alat berat di sekitar Nusa Dua, Bali. Tujuannya, kalau ada gempa dan bangunan ambruk bisa segera untuk evakuasi. Panitia juga dikabarkan sedang mengumpulkan banyak beko. Dan AP I termasuk yang akan turut menyumbang beko atau ekskavator.

    Tempo berupaya memastikan kabar tersebut kepada Ketua Harian Pelaksana Panitia Nasional, Susiwijono. Namun, yang bersangkutan tidak mengangkat telepon maupun membalas pesan yang dilayangkan Tempo.

    Baca juga: BMKG Sebut Gempa Situbondo Berjenis Dangkal

    Adapun Handy membenarkan bahwa ada pemintaan terkait tambahan alat berat seperti beko tersebut. “Iya, namun masih dikoordinasikan. Kami sedang berkordinasi dengan otoritas lokal untuk memastikan,” ujar dia.

    Gempa Situbondo yang kuat dirasakan di Bali merusak sejumlah rumah warga di Kabupaten Jembrana.

    "Pantauan sementara dari kami, beberapa rumah di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo rusak, demikian juga di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana dan Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Ketut Eko Susilo d Jembrana pada Kamis pagi, 11 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.