Senin, 10 Desember 2018

PVMBG Pastikan Tak Ada Erupsi di Gunung Salak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Gunung Salak yang tertutup oleh awan di kawasan Bogor, Jawa Barat. Tempo/Aditia Noviansyah

    Suasana Gunung Salak yang tertutup oleh awan di kawasan Bogor, Jawa Barat. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral memastikan tidak terjadi erupsi di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya, Darwin Volcanic Ash Advisory Center Darwin (VAAC) sempat melansir peringatan terjadinya erupsi di gunung itu hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Baca juga: 15 Warga Gunung Salak Diikutkan Evakuasi Sukhoi  

    “Hingga saat ini Gunung Salak tidak mengalami erupsi. Gunung Salak saat ini masih berada pada tingkat aktivitas Level I (Normal). Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” dikutip dari keterangan tertulis Kepala PVMBG Kasbani, Rabu, 10 Oktober 1018.

    PVMBG mengeluarkan tanggapan mengenai kondisi Gunung Salak, menjawab kabar indikasi terjadinya erupsi di Gunung Salak yang beredar di masyarakat.

    Pengamatan visual Gunung Salak sepanjang Oktober 2018 tidak mendapati adanya asap dari kawah gunung itu. PVMBG juga tidak mendapati tidak tejradi peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Salak.

    Hasil observasi petugas pengamat gunung api di Gunung Salak hingga Rabu, 10 Oktober 2018 pukul 20.00 WIB juga tidak menemukan jatuhan abu vulkanik. “Tidak terdengar suara suara dentuman baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya seperti di wilayah Taman Nasional Cidahu,” kata Kasbani.

    Baca juga: Gunung Salak Rawan buat Pesawat Kecil

    Darwin Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) sempat mengeluarkan peringatan indikasi terjadinya erupsi Gunung Salak pukul pada hari ini, Rabu, 10 Agustus 2018, pukul 10.47 UTC. Peringatan itu kini telah dicabut setelah mendapat kepastian tidak terjadi erupsi Gunung Salak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.