Minggu, 21 Oktober 2018

Jokowi Tagih Program Studi dan Fakultas Baru yang Sesuai Zaman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Seskab Pramono Anung (tengah), Menteri Ristek Dikti M. Nasir (kiri), dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan UIII di Depok, 5 Juni 2018. Pembangunan UIII merupakan program pemerintah untuk mendirikan pusat peradaban Islam di Indonesia. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Seskab Pramono Anung (tengah), Menteri Ristek Dikti M. Nasir (kiri), dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan UIII di Depok, 5 Juni 2018. Pembangunan UIII merupakan program pemerintah untuk mendirikan pusat peradaban Islam di Indonesia. ANTARA/Wahyu Putro A

    Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menagih inovasi perguruan tinggi (PT) untuk membuka fakultas atau program studi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dia meminta fakultas atau program studi yang usang segera dihapus.

    Baca juga: Cuma 3 PTN RI Masuk 500 Besar Dunia, Jokowi Sentil Kemenristek

    "Sekali lagi, saya tidak mau mendengar PT tidak mau menghapus fakultas atau prodi yang sudah usang. Ganti yang baru. Sudah 40 tahun, 50 tahun, fakultas dan prodi, itu-itu saja," kata Jokowi kepada pejabat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta 122 rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Jokowi mengatakan, dia sudah menanti inovasi pejabat terkait sejak lama. Dia mengancam akan menerbitkan aturan baru jika langkah baru tak juga diambil.

    "Ini sudah saya ulang-ulang, loh. Ini sudah tiga tahun saya tunggu, loh," ujarnya "Sebelum saya mengeluarkan kebijakan yang drastis, saya menunggu bapak, ibu sekalian untuk merespons ini."

    Jokowi mempertanyakan sebab inovasi tersebut sulit dilakukan. Dia mengajak para pejabat terkait membeberkan alasannya secara terbuka. Pasalnya, kebijakan ini sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman.

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan kendala inovasi tersebut berasal dari kalangan kampus, terutama di perguruan tinggi negeri. Guru besar hingga dosen khawatir pembukaan fakultas atau program studi baru akan menghalangi pekerjaan mereka. "Jangan-jangan dengan prodi baru saya tidak bisa mengajar," ujarnya menirukan keresahan tersebut.

    Selain itu, perizinan menjadi kendala meski sudah dipangkas. Nasir mengatakan, pembukaan program studi sebelumnya harus mengikuti dengan peraturan menteri. Namun dia menilai aturan itu menghambat sehingga dihapus. Pembukaan program studi baru seperti yang diinginkan Jokowi kini diizinkan selama sesuai dengan kebutuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.