Minggu, 16 Desember 2018

Timses Jokowi: Indonesialeaks Bagian Drama Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Friski Riana

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan temuan Indonesialeaks soal dugaan aliran dana korupsi ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian bukanlah sebuah kebetulan. "Sebagai bagian dari drama Ratna Sarumpaet itu, apapun yang namanya leaks-leaks itu, harus diuji di mata hukum," kata Hasto di kediaman Ma'ruf Amin, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.

    Leaks-leaks yang lain, ujar Hasto, juga bisa dibuat. Hal yang terpenting, kata dia, Presiden Jokowi telah berkomitmen agar seluruh pejabat negara bersih dari korupsi.

    Baca:Setyo Wasisto: Jangan Adu Domba Polri dan KPK, Ini Tahun Politik

    Hasto mengingatkan Jokowi pernah mengirimkan daftar calon menteri kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk dicek rekam jejaknya. "Meskipun ada juga yang menyalahgunakan kepercayaan dari Pak Jokowi.” Segala sesuatu, kata dia, tetap harus didasarkan pada hukum.

    Sebelumnya, Indonesialeaks, platform investigasi yang terdiri dari beberapa media independen di Indonesia mengungkap dugaan perusakan alat bukti penyidikan kasus suap Basuki Hariman dan anak buahnya, Ng Fenny, kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar. Penyobekan diduga dilakukan dua mantan penyidik KPK asal Polri dengan merobek 15 halaman buku bank yang memuat catatan aliran dana dari perusahaan Hariman.

    Baca: Polri Soal Indonesialeaks: Penyidik Kami Tak ...

    Halaman-halaman yang dirobek itu memuat catatan aliran duit ke sejumlah pejabat kepolisian. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian yang saat itu masih Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya, diduga paling banyak menerima aliran dana.

    Dalam laporan investigasinya, Indonesialeaks memuat adanya informasi mengenai keberadaan rekaman CCTV yang memperlihatkan kedua eks penyidik KPK itu merobek lembaran di buku merah itu. Meski demikian, ketua KPK, Agus Rahardjo, berujar pengawas internal KPK telah memeriksa rekaman cctv itu dan tak menemukan adanya perobekan seperti yang diungkap Indonesialeaks.

    Simak: Ketua KPK Pesimistis Dugaan Suap ke Kapolri Tito Bisa Dibuktikan

    Pengawas internal KPK, kata Agus, sudah memeriksa kamera yang memang merekam. “Tapi tidak ada rekaman penyobekan, tidak terlihat di kamera itu," kata Agus di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".