Jokowi Ajak Siswa SMA dan SMK Luruskan Hoax

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Repuplik Indonesia Ir Joko Widodo melakukan rakor (rapat Kordinasi)

    Presiden Repuplik Indonesia Ir Joko Widodo melakukan rakor (rapat Kordinasi) "pengendalian program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di deliserdang Sumatra Utara, 8 Oktober 2018. Joko Widodo juga memberikan arahan di hadapan 3000 peserta yg hadir dalam Rakor ini , di antaranya Pendamping desa , guru PAUD para tenaga PKK dan para pengurus Bumdes di Deliserdang Sumatra Utara. Foto:Dody/humas kemendesa PDTT

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para siswa SMA dan SMK ikut membantu meluruskan kabar bohong atau hoax yang marak di media sosial. Dia menuturkan, kabar tersebut berpotensi memecah belah bangsa.

    Baca juga: Staf Kepresidenan Sebut 3 Isu Hoax yang Sering Menyerang Jokowi

    "Anak-anak tolong, kalau ada di medsos yang namanya fitnah, hoax, kabar bohong, saling mencela, mengejek, itu tolong diluruskan, dibetulkan," katanya di hadapan Ketua OSIS dan Ketua Unit Kerohaniawan se-Indonesia yang mengikuti kegiatan Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia di Grand Mulya Resort, Bogor, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Jokowi mengatakan, anak-anak muda harus menyadari ancaman persatuan bangsa tersebut. Jika tidak, masyarakat akan mudah diadudomba. "Antar agama dipanas-panasin, antar suku diadu, berbahaya sekali," ujarnya.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpesan agar pemuda menghargai setiap perbedaan yang ada. Indonesia memiliki beragam agama, suku, tradisi, serta bahasa. Kondisi tersebut harus dianggap sebagai anugerah.

    Baca juga: Jokowi Jadi Korban Hoax, Istana Merespons

    Jokowi berpesan agar pemuda, terutama pada Ketua Osis dan Ketua Unit Kerohaniawan, dapat mengajak kawan mereka untuk menghargai setiap perbedaan yang ada. Begitu juga kepada mereka yang memiliki pilihan politik yang berbeda. "Jangan sampai antar teman tidak saling sapa gara-gara itu. Rugi," katanya.

    Dia juga berpesan agar pemuda membantu menyampaikan informasi yang benar. "Tolong kalau ada hal-hal di medsos seperti fitnah, hoax, saling mencela, itu diluruskan, dibetulkan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.