Minggu, 16 Desember 2018

Jokowi: Hadapi Persaingan Global, Negara Ini Butuh Anak Muda

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Repuplik Indonesia Ir Joko Widodo bersama Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojomenghadiri rakor (rapat Kordinasi)

    Presiden Repuplik Indonesia Ir Joko Widodo bersama Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojomenghadiri rakor (rapat Kordinasi) "pengendalian program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di deliserdang Sumatra Utara, 8 Oktober 2018. Foto:Dody/humas kemendesa PDTT

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia membutuhkan pemuda untuk menghadapi persaingan global. Dia meminta pemuda bersatu untuk bisa meraih kemenangan.

    Jokowi percaya persatuan merupakan kunci keberhasilan. "Kalau tidak bersatu, sangat berbahaya," kata Presiden di hadapan para Ketua OSIS dan Ketua Unit Kerohaniawan se-Indonesia di Grand Mulya Resort, Bogor, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Baca: Rencana Pembangunan Patung Jokowi untuk Branding Pariwisata

    Presiden mencontohkan keberhasilan Asian Games 2018. Pada ajang itu, Indonesia mampu meraih 31 medali emas dan berada di peringkat empat negara-negara peserta. Masyarakat yang bersatu mendukung perjuangan atlet Indonesia menjadi salah satu penentu keberhasilan.

    Jokowi mengatakan masyarakat saat itu tidak mempertanyakan asal usul atlet. "Tidak ada yang mikir yang main badminton itu dari suku apa, agamanya apa. Hanya (berpikir) untuk Indonesia, untuk merah putih."

    Baca: Soal Ucapan Alfatekah Jokowi, Nusron: Jangan Dipermasalahkan

    Untuk itu, pemuda diminta menyadari dan memahami perbedaan di Indonesia. Negara ini, kata Jokowi, memiliki beragam suku, agama, hingga bahasa daerah. Perbedaan itu harus dipandang sebagai anugerah. Jika tak bisa menerima anugerah itu, Jokowi yakin Indonesia tak akan bisa maju.

    Joko Widodo berpesan agar pemuda, terutama kepada Ketua Osis dan Ketua Unit Kerohaniawan, dapat mengajak kawan mereka untuk menghargai setiap perbedaan. Begitu juga kepada mereka yang memiliki pilihan politik yang berbeda. "Jangan sampai antar teman tidak saling sapa gara-gara itu. Rugi!"

    Simak: Pendapat Sandiaga Soal Rencana Pembangunan Patung Jokowi di NTT

    Presiden Jokowi juga berpesan agar pemuda membantu menyampaikan informasi yang benar. "Tolong kalau ada hal-hal di medsos seperti fitnah, hoax, saling mencela, itu diluruskan. Dibetulkan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".