Senin, 22 Oktober 2018

4 Fakta Sebelum Pemeriksaan Amien Rais di Kasus Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais menghadiri acara Ijtima' Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais menghadiri acara Ijtima' Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais akan diperiksa di Polda Metro Jaya pada hari ini, Rabu 10 Oktober 2018. Amien Rais akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus berita bohong Ratna Sarumpaet. Amien sebelumnya membela Ratna yang mengaku dipukuli dan dianiaya saat berada di Bandung, Jawa Barat pada 21 September lalu.

    Baca juga: Massa PA 212 Akan Kawal Pemeriksaan Amien Rais

    Belakangan, kepolisian mengungkap bahwa Ratna berbohong. Ratna pun sudah mengakui kebohongannya. Eks aktivis itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya.

    Pemeriksaan terhadap Amien ini menuai perhatian publik karena beberapa hal, mulai dari dua kali mangkir dari pemanggilan polisi sampai akan membawa massa saat pemeriksaan.

    Berikut fakta-fakta pemeriksaan Amien Rais dalam kasus Ratna Sarumpaet hari ini:

    1. Pemanggilan Kedua Terhadap Amien Rais

    Pemeriksaan hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018 merupakan pemanggilan kedua dari Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya (Polda Metro Jaya) terhadap Amien Rais.

    Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Surya Imam Wahyudi, menjelaskan, Amien tak hadir dalam pemeriksaan pertama lantaran ada kesalahan administrasi.
    Di surat pemanggilan yang dilayangkan kepolisian, menurut Surya, tertulis undangan untuk Sdr. Amin Rais. Menurut dia, nama yang benar adalah Profesor Doktor Haji Muhammad Amien Rais."Di sini namanya salah sehingga bapak enggak datang," kata Surya di Jalan Daksa I, Jakarta Selatan, Senin, 8 Oktober 2018.

    Wakil Sekretaris Jenderal PAN ini mengatakan, meminta Polda Metro Jaya untuk menulis nama Amien dengan benar. "Jangan salah subyek hukumnya," ujarnya.

    Untuk itu, Surya melanjutkan, Amien akan memenuhi panggilan kepolisian berikutnya yang dijadwalkan pada Rabu, 10 Oktober 2018. Dia mengklaim Amien merupakan warga negara yang baik dan berkomitmen mengikuti proses hukum itu.

    2. Dibela Ratusan Pengacara

    Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyiapkan advokat untuk mendampingi pemeriksaan Amien Rais. Tim advokasi dan hukum badan pemenangan, Habiburokhman, mengklaim, sudah ada ratusan advokat yang mendaftar untuk ikut mengawal kasus itu.

    "Kalau advokat itu kami repot, banyak. Jadi mungkin, so far teman-teman yang mendaftar sekitar 300-an," kata Habiburokhman di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 8 Oktober 2018.

    3. PA 212 Kerahkan Massa Saat Pemeriksaan Amien Rais

    Pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya juga bakal diramaikan massa dari Persaudaraan Alumni 212. Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, massa akan mengawal Amien Rais selama pemeriksaan. Pengawalan itu, kata dia, merupakan bentuk penghormatan PA 212 kepada Amien.

    "Karena Pak Haji Amien Rais selaku Ketua Dewan Penasihat 212, maka kami sepakat dalam kepengurusan kami, insya Allah kami akan kawal, kami akan dampingi beliau sampai ke Polda Metro Jaya," kata Slamet.

    Slamet memperkirakan, setidaknya ada 500 orang massa PA 212 yang akan turut dalam aksi pengawalan itu. Dia menyebut sejumlah organisasi masyarakat atau ormas juga akan bergabung dalam aksi itu. "Ini wujud solidaritas kami, kebersamaan kami, dan kami sangat menghormati beliau," ujarnya.

    Baca juga: Tim Prabowo: Ratusan Advokat akan Dampingi Pemeriksaan Amien Rais

    4. Amien Janji Buka Kasus di KPK

    Amien Rais mengatakan akan membuka kasus lama yang mengendap di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK saat ia diperiksa dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet.

    Adapun soal kasus yang akan ia ungkap, Amien mengatakan hal itu sebagai kejutan. Amien hanya mengatakan, fakta itu akan menarik perhatian. Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengatakan, kasus itu menyangkut Komisi Pemberantasan Korupsi.

    "Insya Allah akan menarik perhatian. Ini hubungannya tentang penegakan hukum dan korupsi yang sudah mengendap lama di KPK," kata Amien. "Saya akan buka pelan-pelan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.