Amien Rais Bakal Bongkar Kasus Mandeg, Ini Tanggapan KPK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais akan membongkar kasus yang sudah lama mengendap di KPK.

    "Saya kira mungkin akan lebih baik saksi yang dipanggil untuk datang dan fokus pada konteks perkara yang terkait. Agak aneh kalau tiba-tiba mengaitkannya dengan institusi lain, seperti KPK misalnya," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Baca: Amien Rais Akan Buka Kasus Korupsi yang Mengendap Lama di KPK

    Amien Rais sebelumnya menyatakan akan membongkar kasus yang sudah lama mengendap di KPK. Ia mengaku akan mengungkapnya setelah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus penyebaran informasi hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet pada Rabu, 10 Oktober besok.

    Febri pun mempersilakan jika Amien ingin mengungkap kasus yang dimaksud. Namun sebaiknya disertai dengan bukti-bukti. "Jangan sampai hanya klaim bahwa di satu tempat ada korupsi padahal tidak didukung oleh bukti-bukti yang valid misalnya atau sebenarnya isunya bukan isu korupsi tetapi isu pidana yang lain," ujarnya.

    Baca: Dipanggil Polisi, Amien Rais Kumpulkan Tim Hukum Prabowo - Sandi

    Ia mengatakan KPK memastikan akan melakukan telaah untuk semua laporan masyarakat yang masuk dan jika ada bukti akan diproses lebih lanjut. "Kalau tidak ada buktinya akan disampaikan pada pihak pelapor kalau tidak ada bukti kan bisa bukan tindak pidana korupsi atau sejenisnya," kata Febri.

    Febri pun meminta agar KPK tidak ditarik dalam aspek politik di masa kampanye yang sedang berjalan saat ini. "Kami harap pihak-pihak lain untuk tidak coba menarik KPK dalam lingkaran apalagi pusaran politik karena kami tidak akan terpengaruh dengan upaya-upaya tersebut. KPK tetap independen dari aspek politik," kata dia.

    Baca: Nusron Wahid Minta Kubu Amien Rais Tak Melempar Isu Kriminalisasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.