Senin, 10 Desember 2018

Mahyudin: Indonesia Butuh Pejuang Ekonomi, Saatnya Generasi Muda Bangkit

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menjadi pembicara kunci pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di aula SMK Negeri 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa, 9 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menjadi pembicara kunci pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di aula SMK Negeri 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa, 9 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin menjelaskan, di dunia ini banyak sekali orang-orang yang awalnya tidak terkenal, kemudian menjadi hebat dan menjadi seorang tokoh dunia yang hebat seperti mendiang Steve Jobs, seorang pebisnis dan penemu ulung pendiri teknologi Apple dan CEO Apple Inc.

    Apple Inc adalah sebuah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasarnya senilai US$ 800 miliar, bahkan tembus US$ 1 triliun. Hanya satu orang mampu menjadi tokoh bisnis yang luar biasa.  

    Namun, kata Mahyudin, Steve Jobs bukanlah warga, pebisnis, dan pejuang ekonomi Indonesia. Indonesia belum sampai memiliki pejuang ekonomi yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar itu.

    “Inilah saatnya generasi muda Indonesia bangkit dan mampu menjadi salah satu pejuang ekonomi besar seperti Steve Jobs,” katanya saat memberikan ceramah di hadapan ratusan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, Selasa, 9 Oktober 2018.

    "Bayangkan kalau kita punya pengusaha seperti itu. Namun alhamdulillah Indonesia sudah memulai dengan munculnya perusahaan Go-Jek, dengan nilai kapitalisasi pasarnya senilai US$ 1 miliar. Selain Go-Jek ada Tokopedia yang nilai kapitalisasinya juga besar," katanya.

    Mahyudin berharap semua elemen rakyat Indonesia, terutama generasi muda, harus menyadari hal tersebut bahwa negara-negara maju di dunia berlomba-lomba melahirkan pebisnis-pebisnis atau pejuang-pejuang ekonomi tangguh. Sedangkan di Indonesia malah sibuk, apalagi memasuki tahun politik dengan saling mencibir, menyebarkan berita hoax, perang hastag, serta saling serang fitnah hanya karena beda pilihan.

    "Sekarang sudahlah, kita buang kebiasaan-kebiasaan negatif tersebut. Mulailah berpikir bersama-sama bagaimana caranya melahirkan pejuang-pejuang ekonomi Indonesia yang hebat, bahkan mengalahkan Steve Jobs. Inilah peran generasi muda bangsa yang merupakan harapan bangsa ke depan. Belajar yang rajin dan jangan ikut-ikutan perang kebencian karena beda pilihan," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.