Selasa, 23 Oktober 2018

Pemerintah Perlu Dorong Ekonomi Daerah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta.

    Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta.

    INFO NASIONAL-- Pemerintah didorong untuk menciptakan perekonomian yang lebih berkualitas, meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi ditaksir lebih rendah dari yang diprediksi sebelumnya.

    Seperti yang diketahui, hari ini, Selasa, 9 Oktober 2018, International Monetary Fund (IMF) merilis laporan yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 5,1 persen. Angka ini lebih rendah dari proyeksi pada laporan April 2018 yang berada di posisi 5,3 persen.

    Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia yang juga berefek pada perekonomian nasional. "Maka dari itu, perekonomian yang berkualitas merupakan kunci di tengah berbagai proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi baik di Indonesia maupun secara global," ujarnya, di Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu, sambungnya, dapat diwujudkan melalui akselerasi antara penyediaan lapangan kerja dengan angka kemiskinan. Dia menjelaskan melalui lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja, masyarakat dapat meningkatkan kualitas kehidupannya dan menjauh dari garis kemiskinan.

    "Ini menjadi penting, sehingga tidak lagi perlu berpatok pada besaran angka dalam pertumbuhan ekonomi tapi bagaimana lapangan pekerjaan semakin besar dan angka kemiskinan terus turun," tutur Arif.

    Lebih lanjut, ia menuturkan pemerintah perlu terus memperbaiki neraca transaksi berjalan, utamanya neraca perdagangan sehingga tidak lagi defisit dan mengganggu stabilitas perekonomian nasional.

    Salah satu cara untuk dapat menciptakan surplus neraca perdagangan adalah dengan meningkatkan ekspor. Peningkatan ekspor bisa dilakukan dengan cara mencari negara-negara tujuan baru.

    "Para eksportir harus jeli mencari pasar baru karena pasar ekspor tidak hanya terbatas pada Amerika Serikat, China, dan Jepang karena masih banyak negara yang bisa dijajaki," katanya. 

    Lebih lanjut Arif menuturkan perekonomian nasional akan semakin kuat apabila menerapkan strategi pembangunan yang berbasis daerah dan desa. Strategi itu sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah (regional growth strategy) sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas.

    "Kebijakan tersebut mempertimbangkan bahwa setiap daerah memiliki kearifan yang berbeda-beda, baik dari segi potensi ekonomi, sosial, hingga kebudayaan. Jika ini semua bisa dilakukan, saya meyakini pertumbuhan ekonomi yang berkualitas akan tercapai," kata Arif. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.