Perjalanan Kasus Perusakan Barang Bukti Oleh 2 Eks Penyidik KPK

Reporter

Danang Firmanto

Editor

Juli Hantoro

Selasa, 9 Oktober 2018 09:16 WIB

Dokumen pemulangan Roland dan Harun

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus perusakan barang bukti yang dilakukan dua bekas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  atau KPK yaitu Roland Ronaldy dan Harun kembali mencuat setelah Indonesialeaks mengungkap adanya rekaman CCTV peristiwa perusakan tersebut.

Baca juga: Di KPK Dapat Sanksi, di Polda Terima Promosi, Humas: Itu Biasa

Pada Oktober 2017 silam, pengawas internal KPK telah menyatakan Roland yang saat itu berpangkat Ajun Komisaris Besar dan rekannya Komisaris Harun terbukti merusak barang bukti KPK.

Mereka menghapus dan menyobek beberapa lembar catatan keuangan dua perusahaan milik Basuki Hariman yang berisi sejumlah pengeluaran uang ke pribadi dan lembaga untuk memuluskan impor daging sapi.

7 April 2017
Roland bersama penyidik KPK lainnya, Komisaris Harun, ditengarai menghilangkan 15 lembar catatan keuangan dua perusahaan milik Basuki Hariman: PT Impexindo Pratama dan PT Aman Abadi Nusa Makmur.

Sekitar April 2017
Roland dan Harun dilaporkan kepada pengawas internal KPK karena membubuhkan tipp-ex dan merobek lembaran catatan bukti kasus suap.

13 Oktober 2017
Pengawas Internal KPK menyatakan Roland dan Harun bersalah. Dua penyidik itu lantas dijatuhi sanksi berat, yaitu dikembalikan ke kepolisian. KPK berharap kepolisian menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan Roland dan Harun.

27 Oktober 2017
Surat telegram dari kepolisian menyatakan Harun mendapat promosi sebagai perwira menengah di Kepolisian Daerah Metro Jaya.

8 Maret 2018
Melalui surat telegram kepolisian, Roland mendapat promosi diangkat menjadi Kepala Kepolisian Resor Cirebon.

Baca juga: Penyidik Polisi Diduga Rusak Barang Bukti, KPK Didesak Evaluasi

8 Oktober 2018
Indonesialeaks, sebuah platform mandiri bagi informan publik, menguak kembali kasus ini. Roland yang diwawancarai Indonesialeaks menolak berkomentar atas kasus itu. Demikian juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang namanya disebut-sebut ada dalam catatan yang dirobek oleh bekas penyidik KPK asal Polri tersebut.






Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Tak Akan Bantu ASN Yang Terlibat Korupsi

9 jam lalu

Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Tak Akan Bantu ASN Yang Terlibat Korupsi

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak akan memberikan bantuan dalam bentuk apapun pada ASN yang terbukti melakukan korupsi.


Soal Isu Lili Pintauli Minta Mundur, Firli Bahuri: Wah Saya Belum Tahu

10 jam lalu

Soal Isu Lili Pintauli Minta Mundur, Firli Bahuri: Wah Saya Belum Tahu

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan belum mengetahui isu rencana koleganya, Lili Pintauli Siregar mundur dari lembaga antirasuah tersebut.


Firli Bahuri Sebut KPK Belum Tanya Keberadaan Harun Masiku ke PDIP

11 jam lalu

Firli Bahuri Sebut KPK Belum Tanya Keberadaan Harun Masiku ke PDIP

Ketua KPK Firli Bahuri berjanji akan mencari Harun Masiku sampai ketemu. KPK telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mencari Masiku.


KPK Sudah Periksa 9 Saksi di Kasus Mardani H Maming

13 jam lalu

KPK Sudah Periksa 9 Saksi di Kasus Mardani H Maming

KPK tetap melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus dugaan suap perizinan tambang dengan tersangka Mardani H Maming.


KPK Lelang Tanah dan Bangunan Terpidana Kasus Impor Daging Ahmad Fathanah

17 jam lalu

KPK Lelang Tanah dan Bangunan Terpidana Kasus Impor Daging Ahmad Fathanah

KPK akan melelang tanah dan bangunan sitaan milik terpidana kasus suap pengurusan kuota impor daging dan tindak pidana pencucian uang Ahmad Fathanah.


MAKI Laporkan Dugaan Korupsi Impor Bawang Putih ke KPK

20 jam lalu

MAKI Laporkan Dugaan Korupsi Impor Bawang Putih ke KPK

MAKI melaporkan dugaan korupsi dalam impor bawang putih ke Komisi Pemberantasan Korupsi. MAKI menduga kasus ini terjadi pada kegiatan impor 2020-2021


Kasus Pengadaan LNG, KPK Panggil Eks Pejabat Pertamina dan Dirut PLN

20 jam lalu

Kasus Pengadaan LNG, KPK Panggil Eks Pejabat Pertamina dan Dirut PLN

KPK memanggil sejumlan mantan petinggi PT Pertamina dalam kasus dugaan korupsi pengaan Liquefied Natural Gas atau LNG tahun 2011-2021.


900 Hari Harun Masiku Hilang, Adakah yang Merasa Tidak Kehilangan?

1 hari lalu

900 Hari Harun Masiku Hilang, Adakah yang Merasa Tidak Kehilangan?

Harun Masiku sudah hilang 900 hari. Begini riwayat kader PDIP ini melakukan suap, kemudian hilang tak tentu rimbanya. Masihkah ada yang memburu Harun?


KPK Periksa 4 Saksi dalam Kasus Pengadaan LNG di Pertamina

1 hari lalu

KPK Periksa 4 Saksi dalam Kasus Pengadaan LNG di Pertamina

KPK mengonfirmasi empat saksi mengenai mekanisme awal dilakukannya pengadaan Liquefied Natural Gas atau LNG di PT Pertamina


KPK Heran ICW Hanya Fokus Buronan Harun Masiku

1 hari lalu

KPK Heran ICW Hanya Fokus Buronan Harun Masiku

Selain Harun Masiku, masih ada tiga buronan lagi yang belum mampu ditangkap KPK.