Senin, 22 Oktober 2018

Tim Prabowo Anggap Pemanggilan Amien Rais Upaya Kriminalisasi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, pemanggilan Amien Rais dan Said Iqbal oleh kepolisian merupakan upaya politik yang tidak sehat. Amien Rais dan Said Iqbal dipanggil untuk diperiksa menyangkut kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

    Baca: Massa PA 212 Akan Kawal Pemeriksaan Amien Rais

    "Kami pahami panggilan itu sebagai upaya politik yang tidak sehat di tengah pilpres seperti ini," kata Dahnil di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin malam, 8 Oktober 2018.

    Dahnil mengatakan, koalisi Prabowo-Sandiaga sebenarnya menganggap kasus Ratna Sarumpaet sudah rampung sejak Ratna mengakui kebohongannya dan diproses secara hukum. Ratna kini ditahan di Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya atau Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis lalu, 4 Oktober 2018.

    Dahnil pun mempertanyakan alasan kepolisian memanggil Amien Rais dan Said Iqbal. Menurut dia, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional dan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Indonesia itu hanya korban dari kebohongan Ratna.

    "Ternyata beberapa tokoh yang menjadi korban kebohongan itu justru ada kecenderungan dikriminalisasi," ujarnya.

    Baca: Tim Prabowo: Ratusan Advokat akan Dampingi Pemeriksaan Amien Rais

    Meski begitu, Amien Rais dan Said Iqbal memastikan bakal memenuhi panggilan polisi. Amien akan diperiksa pada Rabu, 10 Oktober 2018, sedangkan pemeriksaan Said dijadwalkan pada hari ini. Dalam memenuhi panggilan polisi, keduanya bakal didampingi advokat dari tim pemenangan.

    Tak hanya itu, pemeriksaan Amien Rais juga bakal dikawal oleh massa Persaudaraan Alumni 212. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengklaim ada setidaknya 500 massa yang akan ikut dalam aksi mengawal pemeriksaan Amien pada Rabu nanti. Dia berujar, massa PA 212 tak akan bubar sebelum pemeriksaan rampung. Mereka ingin memastikan Amien pulang ke rumah.

    Dahnil mengatakan, badan pemenangan dan Amien Rais tak meminta PA 212 mengawal pemeriksaan itu. Namun, kata Dahnil, Slamet datang mengikuti rapat di Jalan Daksa pada sore itu dan ingin memastikan bahwa Amien ditemani saat menjalani pemeriksaan. Amien merupakan penasihat PA 212.

    Baca: Polri Imbau Tak Ada Pengerahan Massa dalam Pemeriksaan Amien Rais

    Massa yang tersengat lantaran Amien dipanggil polisi bukan cuma PA 212. Dahnil mengatakan, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau Kokam pun mulai marah karena menilai tokoh seniornya dikriminalisasi. "Kami berharap tindakan politisasi atau kriminalisasi terhadap tokoh bangsa itu dihentikan," ujar Dahnil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.