Senin, 10 Desember 2018

Rencana Pembangunan Patung Jokowi di NTT Menuai Polemik

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpose di sebelah patung lilin dirinya di Museum Madame Tussauds di Hong Kong, 1 Mei 2017. Berikut momen saat Jokowi bertemu

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpose di sebelah patung lilin dirinya di Museum Madame Tussauds di Hong Kong, 1 Mei 2017. Berikut momen saat Jokowi bertemu "kembarannya" pada hari kedua kunjungannya di Hong Kong. AP Photo/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pembangunan patung Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Nusa Tenggara Timur menuai polemik. Sebagian kelompok mendukung rencana pembangunan tersebut, sementara sebagian yang lain mempertanyakan.

    Baca: Rencana Pembangunan Patung Jokowi untuk Branding Pariwisata

    Kepala Bidang Bantuan Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai rencana pembangunan patung Jokowi tersebut berlebihan. Sebab, menurut dia, dana pembangunan patung tersebut dapat dialokasikan untuk program lain yang lebih berpotensi mendatangkan keuntungan dari sektor pariwisata.

    Ferdinand pun meminta masyarakat tak terburu-buru merencanakan pembangunan patung tersebut. Selain itu, menurut dia, Kementerian Pariwisata perlu mengkaji nilai ekonomis dari keberadaan patung tersebut. “Patung ini simbol yang sensitif. Saya takut patung itu nanti bernasib sama dengan patung Saddam Hussein di Irak yang akhirnya dirobohkan,” ujarnya, Senin, 8 Oktober 2018. Ia juga meminta pembangunan dilakukan setelah masa jabatan Jokowi berakhir pada 2019.

    Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid mengatakan pembangunan patung Jokowi di NTT tak relevan. Sebab, ia menilai pembangunan patung hanya dilakukan untuk mengenang tokoh yang sudah meninggal. “Kembali ke Pak Jokowi apakah nyaman jika dibuatkan patung,” ujarnya.

    Baca: PDIP Anggap Pembuatan Patung Jokowi di NTT Wujud Apresiasi Rakyat

    Adapun Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan keinginan membangun patung adalah apresiasi masyarakat NTT terhadap kerja pemerintah Presiden Jokowi. Menurut dia, aspirasi masyarakat itu tak lepas dari peran Jokowi membangun NTT, di antaranya membangun tujuh bendungan dan Pos Lintas Batas Negara Motaain. “Masyarakat mengapresiasikan secara jujur pemimpinnya, tapi saya tahu Pak Jokowi lebih mengedepankan kepentingan rakyat daripada sekadar membuat patung,” tuturnya.

    Rencana pembangunan patung tersebut awalnya disampaikan Pemerintah Provinsi NTT kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Festival Fulan Fehan pada Sabtu pekan lalu. Rencananya patung tersebut dibangun di Kabupaten Belu, perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu, ide membuat patung Jokowi itu berasal dari masyarakat.

    Baca juga: Usulan Patung Jokowi Diminta Dikaji Melalui Jajak Pendapat

    Pembangunan patung di perbatasan itu diyakini bisa memancing kedatangan wisatawan. “Sosok Pak Jokowi ini banyak dikagumi masyarakat NTT, bahkan Timor Leste. Dengan adanya patung Jokowi, destinasi wisata akan laris,” kata Marius kemarin. Rencananya patung itu dibuat dari bahan fiber.

    Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti membenarkan pernyataan Marius. Ide pembangunan patung tersebut bukan dari pemerintah pusat. Usul membuat patung Jokowi di sebuah bukit di Desa Tulakadi berasal dari warga Desa Belu untuk mengembangkan destinasi wisata di sana. “Kementerian akan mendukung masyarakat yang ingin mengembangkan potensi daerahnya,” ucapnya.

    BUDIARTI UTAMI | FRANSISCA CHRISTY | RIAN DWIKY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.