Senin, 17 Desember 2018

JK Minta Pemda Susun Manajemen Krisis Hadapi Bencana

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani di Sidang Majelis Umum PBB, New York, 26 September 2018. Setwapres RI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani di Sidang Majelis Umum PBB, New York, 26 September 2018. Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan pemerintah daerah perlu menyusun majamenen krisis, terutama untuk menghadapi bencana. Lembaga Administrasi Negara diminta mulai memberikan pelajaran tentang manajemen tersebut kepada para aparatur sipil negara.

    Baca: JK: Penanganan Pasca Gempa dan Tsunami Sulteng Selama 2 Tahun

    JK mengatakan, rakyat butuh kepemimpinan saat terjadi krisis. Dalam situasi bencana, misalnya, korban pasti mengalami trauma. "Makin trauma kalau tidak ada pemimpin," katanya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

    Dia mencontohkan peran pemerintah daerah dalam penanganan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah; dan tsunami di Aceh. Dia menemukan justru tentara yang memegang kendali. Aparat pemerintah tak muncul.

    Baca: JK dan PMI Salurkan Air Bersih untuk Korban Gempa Palu

    JK memaklumi para aparatur sipil juga turut menjadi korban. Selain itu, komunikasi terputus. Namun dia menilai pemerintah tetap harus hadir karena sangat dibutuhkan masyarakat. "Jadi jangan yang membagi makanan tentara saja. Yang membagi beras tentara saja. Kemudian relawan," ujarnya.

    JK berharap LAN dapat memberikan pelajaran tentang manajemen krisis tersebut kepada aparatur sipil negara. Dengan begitu, pemerintah dapat hadir untuk masyarakat ketika situasi krisis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".