Boyok Jadi Tersangka Kasus Penghinaan Abdul Somad

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustadz Abdul Somad Batubara. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ustadz Abdul Somad Batubara. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Riau menetapkan warga Pekanbaru JB alias Boyok, sebagai tersangka atas kasus penghinaan terhadap Ustad Abdul Somad. Pelaku dianggap dengan sengaja menghina pendakwah yang akrab disapa UAS itu di laman Facebook pribadinya.

    Baca juga: Forum Kebangsaan Jatim: Tak Ada Laporan Ancaman Ustad Abdul Somad

    "Sudah selesai gelar perkara, menetapkan JB sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, Senin, 8 Oktober 2018.

    Menurut Sunarto, pelaku terancam dijerat pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) undang-undang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau denda Rp 750 juta. Namun tersangka tidak dilakukan penahanan dengan alasan masa hukuman di bawah 5 tahun penjara.

    "Tidak dilakukan penahananan tersangka, karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun," kata Sunarto.

    Kasus penghinaan Abdul Somad tersebut bergulir sejak Kamis, 6 September 2018 lalu, begitu postingan pelaku dianggap menghina UAS. Tersangka dengan sengaja membuat status dengan ucapan tak pantas yang menyulut kemarahan masyarakat Riau. Pelaku sengaja mengedit foto Abdul Somad dengan mata merah, tersangka menulis bahwa Abdul Somad telah berhasil menghancurkan umat.

    Baca juga: Kabareskrim Persilakan Ustad Abdul Somad Melapor Jika Diancam

    Perbuatan tersangka mengundang reaksi Front Pembela Islam (FPI) yang kemudian membawa tersangka ke Polda Riau. Empat pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau lalu melaporkan pemilik akun JB alias Boyok ke Polda Riau atas tuduhan penghinaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.