Selasa, 18 Desember 2018

Rencana Pembangunan Patung Jokowi untuk Branding Pariwisata

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan orasi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatra Utara, Senin 8 Oktober 2018. Orasi Presiden yang dihadiri ribuan mahasiswa dan civitas akademika tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    Presiden Joko Widodo menyampaikan orasi di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatra Utara, Senin 8 Oktober 2018. Orasi Presiden yang dihadiri ribuan mahasiswa dan civitas akademika tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu membenarkan rencana masyarakat di wilayah tapal batas atau cross border Kabupaten Belu membuat patung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut Marius, kehadiran patung tersebut berguna untuk mengangkat branding pariwisata.

    Baca: Kemenpar: Pembangunan Patung Jokowi di NTT Keinginan Masyarakat

    "Karena sosok Pak Jokowi ini banyak dikagumi oleh masyarakat NTT, bahkan Timor Leste. Jadi dengan adanya patung beliau, destinasi wisata akan laris," kata Marius kepada Tempo saat dihubungi pada Senin, 8 Oktober 2018.

    Marius mengatakan ide awal membangun patung itu diungkapkan pemerintah kabupaten setempat kepada Menteri Arief Yahya saat Festifal Fulan Fehan pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Ketika itu Arief menyetujui rencana pembangunan patung.

    Marius mengatakan patung itu akan dibangun di bawah pohon asam yang kini memiliki nama Pohon Asam Jokowi. Pada 2014 lalu, Jokowi pernah menghampiri para ibu dan bapak yang sedang duduk-duduk di sana. Saat itu Jokowi sedang memantau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

    Semenjak kehadiran Jokowi, masyarakat membuat prasasti sederhana di dekat pohon asam dari susunan batu. Kini, tempat itu pun menjadi destinasi unggulan. Dalam sehari, kata Marius, ada 50-70 tamu wisatawan bersambang.

    Baca: TKN Jokowi: Potensi Belanja Peserta IMF - World Bank Rp 1,4 T

    "Ada yang datang dari Timor Leste, dari Australia," katanya. Tempat tersebut pun saat ini disahkan menjadi salah satu destinasi wisata digital. Selain karena pernah disambangi Jokowi, spotnya yang berupa bukit juga menjadi tempat terbaik di Belu untuk menyaksikan matahari tenggelam. Dari atas bukit itu, kata Marius, wisatawan dapat menyaksikan Kota Timor Leste dari ketinggian.

    Adapun kehadiran patung Jokowi diprediksi akan menaikkan angka kunjungan wisatawan. "Karena banyak orang mau berfoto pastinya," ucapnya.

    Marius mengatakan patung Jokowi akan dirancang sederhana. Masyarakat setempat, ujar dia, telah bersepakat membuat rancangan patung yang kecil dengan bahan fiber. Sedangkan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata mengatakan patung itu akan dibuat berbentuk manekin dari plastik seperti yang ada di bandar-bandar udara.

    Soal pendanaan, Mairus mengatakan Dinas Pariwisata Belu akan menghitung anggarannya lebih dulu. "Lalu Pemkab Belu akan mengusulkan ke Kemenpar dengan rekomendasi dinas provinsi," ujarnya.

    Saat ini, wilayah PLBN Motaain dilalui oleh rata-rata 250 orang setiap hari. Kebanyakan orang datang dari Timor Leste atau Australia menuju Timor Barat atau sebaliknya. Dalam perjalanan, kira-kira 20 persen orang akan mampir di bukit tempat pohon asam Jokowi bernaung untuk berswafoto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Pemilih Tetap Tahap Kedua untuk Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum atau KPU akhirnya mengumumkan perbaikan Daftar Pemilih Tetap tahap kedua pada 15 Desember 2018 untuk Pilpres 2019.