Selasa, 23 Oktober 2018

Kata SBY Soal Pertemuan IMF - World Bank di Bali

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berbicara dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Sebelumnya, Prabowo bertemu di kediaman presiden keenam RI, SBY, pada pekan lalu. Dok.istimewa

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berbicara dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Sebelumnya, Prabowo bertemu di kediaman presiden keenam RI, SBY, pada pekan lalu. Dok.istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pandangannya terhadap penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional - World Bank atau IMF - World Bank Annual Meeting 2018 yang dimulai hari ini, Senin, 8 Oktober, di Bali. Pandangan tersebut disampaikan melalui akun media sosial Twitter pada Senin siang.

    Baca juga: Pertemuan IMF-World Bank Para Delegasi Mulai Berdatangan

    "Semoga pertemuan ini bisa mencapai sasaran," ujar SBY melalui kicauannya. Cuitannya itu adalah komentar bagian pertama seputar penyelenggaran IMF. Ia menyebut akan meneruskan komentarnya pada bagian kedua pada esok hari.

    Pergelaran IMF ini, menurut SBY, bermanfaat membuka peluang bagi Indonesia sebagai anggota G-20. Manfaat dirasakan dalam dua periode, yakni jangka panjang dan jangka pendek. Namun, SBY mengimbau agenda internasional itu dikelola dengan baik.

    Cuitan Susilo Bambang Yudhoyono di akun twitternya. twitter.com

    Pernyataan SBY ini merespons pro dan kontra terhadap perhelatan IMF oleh sejumlah politikus parlemen. Politikus Demokrat Andi Arief mengatakan pertemuan IMF - World Bank memakan anggaran yang longgar, yakni sekitar Rp 850 miliar. Dana ini bersumber dari APBN dan sumber-sumber anggaran lainnya.

    IMF - World Bank juga disoroti lantaran digelar bersamaan dengan bencana gempa dan tsunami yang telah melanda Sulawesi Tengah. SBY membenarkan Indonesia berada di tengah tekanan fiskal karenanya.

    "Jika dikaitkan dengan bencana, mungkin persiapan dan perencanaan pertemuan ini sudah matang, sehingga tak bisa ditunda lagi," kata SBY menanggapi pro kontra pertemuan itu. SBY pun memberikan pandangannya agar pemerintah memanfaatkan momentum untuk menjadikan pertemuan sebagai wahana dan forum solidaritas bagi warga terdampak bencana.

    Adapun soal kritik terhadap anggaran yang lewah, SBY menyarankan pemerintah membikin laporan yang gamblang. Karenanya, penyelenggaraan ini tidak menimbulkan prasangka. DPR dapat berfungsi sebagai pengingat bagi pemerintah atas perancangan pelaporan tersebut.

    Baca juga: Kritik Andi Arief Soal Pelaksanaan Pertemuan IMF - World Bank

    Sedangkan Badan Pemeriksa Keuangan, kata SBY, bisa melakukan audit pasca-pertemuan IMF - World Bank ini kelar. "Negara kita miliki sistem dan tatanan yg baik jika ada "perselisihan". Namun, berikan kesempatan kepada negara menjadi tuan rumah yang baik," ujar SBY. SBY menyertakan tanda bintang di akhir cuitannya. Simbol ini menandakan kicauan itu ditulis langsung oleh dia.

    SBY merupakan pengusul Indonesia menjadi tuan rumah IMF - World Bank saat ia masih menjabat sebagai presiden.

    Usul itu disampaikan pada akhir masa jabatannya, yakni September 2014 lalu. Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan Indonesia akhirnya dipilih menjadi tuan rumah perhelatan internasional itu pada Oktober 2015 dengan proses yang panjang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.