Selasa, 18 Desember 2018

Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan Wayang Kulit

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Fraksi PPP MPR RI Zainut Tauhid menyerahkan sosok lakon Bawor Dadi Ratu kepada dalang Ki Gandhik Wayah Soegino, di Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 7 Oktober 2018.

    Anggota Fraksi PPP MPR RI Zainut Tauhid menyerahkan sosok lakon Bawor Dadi Ratu kepada dalang Ki Gandhik Wayah Soegino, di Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 7 Oktober 2018.

    INFO MPR – MPR RI kembali melakukan sosilisasi Empat Pilar MPR melalui pertunjukkan wayang kulit. Kali ini di Lapangan Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 7 Oktober 2018. Pertunjukkan bertajuk ‘Bawor Dadi Ratu’ yang biasa dibawakan dalam pertunjukan wayang kulit  bagi masyarakat Banyumas berhasil menghibur masyarakat. ‘Lakon ini berkisah tentang Bagong dalam sebuah masa menjadi raja. Bisa jadi cerita ini mirip ‘Petruk Dadi Ratu’ yang sangat populer.

    Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, wayang kulit merupakan salah satu metode sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, MPR juga menggelar sosialisasi dengan metode lomba cerdas cermat, seminar, diskusi, outbond, debat konstitusi, dan focus group discussion

    Sebagai seni budaya yang popular bagi masyarakat Jawa,anggota Fraksi PPP MPR tersebut menyebut penyampaian sosialisasi Empat Pilar lewat pertunjukan wayang kulit juga digelar di banyak daerah. Meski demikian sosialisasi lewat seni budaya yang lain juga dilakukan.

    “Disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat. Sehingga pementasan seni budaya yang dilakukan oleh MPR beragam seperti Bhinneka Tunggal Ika,” kata Zainut. Yang paling penting, kata Zainut, pentas seni budaya, apapun bentuk dan asalnya, tak sekadar menjadi tontotan namun juga harus bisa menjadi tuntunan. “Selanjutnya diaktualisasikan dalam kehidupan keseharian,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum MUI itu.

    Di hadapan warga desa, Zainut Tauhid mengatakan Indonesia adalah bangsa yang besar. Untuk itu kebesaran bangsa ini harus dirawat dan dijaga. “Kalau bukan kita siapa lagi”, tuturnya. Salah satu kiat untuk menjaga Indonesia, menurut pria kelahiran Jepara Jawa Tengah itu adalah dengan mengingat dan mengamalkan Pancasila. Dari sinilah maka MPR melakukan sosialisasi hingga wilayah desa. “Sambil nonton wayang kulit, mari kita laksanakan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

    Sebagai tanda resmi sosialisasi dan pagelaran wayang kulit dimulai, Zainut Tauhid dalam kesempatan itu menyerahkan sosok lakon kepada dalang Ki Gandhik Wayah Soegino.

    Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal MPR Maifrizal mengatakan, MPR sudah menyelenggarakan pagelaran wayang kulit sejak tahun 2005. “Selain untuk Sosialisasi Empat Pilar juga untuk memberi apresiasi dan ikut melestarikan seni budaya daerah,” tuturnya.

    Sosialisasi dan pertunjukan wayang kulit itu tak hanya menarik ribuan orang namun juga mengundang ratusan pedagang datang ke lapangan desa. Sehingga malam itu suasana di Wanatirta menjadi ramai dan meriah. Menurut Kepada Desa Wanatirta, Maskur Ahmad Sunu, daya tarik pertuntukan wayang itu juga dikarenakan sang dalang Ki Gandhik Wayah Seogino yang populer di masyarakat.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Pemilih Tetap Tahap Kedua untuk Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum atau KPU akhirnya mengumumkan perbaikan Daftar Pemilih Tetap tahap kedua pada 15 Desember 2018 untuk Pilpres 2019.