Rabu, 24 Oktober 2018

Per Hari, 500 Pengungsi Gempa Palu Diberangkatkan dari Balikpapan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian besar korban luka akibat gampa Palu dan Donggala telah dipulangkan dari rumah sakit setempat seminggu setelah bencana 28 September 2018. CCTV/REUTERS

    Sebagian besar korban luka akibat gampa Palu dan Donggala telah dipulangkan dari rumah sakit setempat seminggu setelah bencana 28 September 2018. CCTV/REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi penyangga utama posko bantuan korban gempa Palu, Pangkalan TNI AU Balikpapan mendistribusikan seluruh bantuan maupun pengungsi yang berasal dari lokasi bencana. Gelombang bantuan berdatangan ke Balikpapan dari segenap wilayah Indonesia.

    Pada saat bersamaan, “Ratusan pengungsi Palu terus berdatangan menumpang pesawat angkut TNI/Polri,” kata Komandan Pangkalan TNI AU Balikpapan, Kolonel Penerbang, Muhammad Mujib, Senin, 8 Oktober 2018. Balikpapan hanya kota transit sementara pengungsi, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.

    Baca: Korban Gempa dan Tsunami Palu di Donggala Mulai Kehabisan Makanan

    Posko bencana di Balikpapan menerbangkan pengungsi ke dua lokasi yaitu Surabaya dan Jakarta. Rata-rata 500 pengungsi diberangkatkan menumpang pesawat Hercules 130 dan CN 295 setiap hari.

    Seorang pengungsi korban gempa Palu, Alisya Sarah H, 28 tahun, mengaku tidak sabar sampai ke rumah orang tuanya di Bali. “Selama lima hari pascabencana, saya terus was-was berdiam di Palu,” kata Alisya yang sudah dua tahun menetap di Palu.

    Baca:Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu Jadi 1.763 Orang

    Apalagi, Alisya tinggal seorang diri dengan anak semata wayangnya yang masih balita. Setiap kali ada gempa susulan, ia terus ketakutan.

    Alisya akhirnya nekat terbang ke Balikpapan bersama rombongan pengungsi lainnya. Setibanya di Balikpapan, dia hendak melanjutkan penerbangan komersil tujuan Surabaya.“Dari Surabaya melanjutkan perjalanan darat ke Bali.”

    Simak: BNPB: Gempa dan Tsunami Palu Merusak 66.926 Rumah

    Alisya sudah tidak peduli lagi harta bendanya di Palu. Ia hanya ingin menenangkan diri dengan tinggal bersama orang tuanya.

    Alisya termasuk beruntung bisa selamat dari bencana gempa Palu berkekuatan 7,4 skala Richter disusul gelombang tsunami pada Jumat, 30 September 2018. Perempuan ini lolos dari reruntuhan bangunan sarana kebugaran yang berguncang akibat lindu.

    Simak juga: Pimpinan Parlemen Kunjungi Korban Gempa dan Tsunami Palu ...

    Alisya bersama putrinya memacu kencang sepeda motornya ke daerah ketinggian yang relatif aman. Kekhawatirannya ternyata beralasan, kala gelombang tinggi tsunami sesaat menghantam pesisir pantai Palu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.