Kamis, 13 Desember 2018

Timses Jokowi Sebut 3 Hoax Ini Jadi Rujukan Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena ikut menyebarkan berita bohong mengenai penganiayaan Ratna Sarumpaet. AMSTON PROBEL

    Calon Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena ikut menyebarkan berita bohong mengenai penganiayaan Ratna Sarumpaet. AMSTON PROBEL

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Andy Budiman, menyebut kasus Ratna Sarumpaet akan memengaruhi elektabilitas Prabowo Subianto. Andy beralasan, kasus Ratna merupakan kali ketiga Prabowo merujuk hoax sebagai dasar menyampaikan pernyataan dan sikap.

    Baca juga: Ratna Sarumpaet Tersangka, Begini Ragam Reaksi dari Kubu Prabowo

    "Masyarakat semua mengingat, paling tidak Pak Prabowo sudah tiga kali menggunakan hoaks sebagai dasar pengambilan sikap," kata Andy di kantor Saiful Mujani Research and Consulting, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Oktober 2018.

    Andy membeberkan, informasi hoax pertama yang dirujuk Prabowo ialah hasil perhitungan cepat pemilihan presiden 2014. Prabowo merujuk quick count sejumlah lembaga survei yang ternyata salah, yakni Lembaga Survei Nasional, Indonesia Research Center, Puskaptis, dan Jaringan Suara Indonesia. Menurut quick count lembaga survei itu, Prabowo - Hatta Rajassa memenangi pilpres 2014.

    Sejumlah lembaga survei lainnya, semisal SMRC, Litbang Kompas, Populi Center, CSIC Cyrus Network, Radio Republik Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, dan Indikator Politik Indonesia menyatakan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla-lah yang memenangi pilpres. Belakangan, Komisi Pemilihan Umum menyatakan kemenangan ada di pihak Jokowi-JK.

    Hoax kedua, lanjut Andy, ialah pernyataan Prabowo soal akan bubarnya Indonesia di tahun 2030. Ternyata, pernyataan itu bersumber dari novel fiksi berjudul Ghost Fleet. Kasus pemukulan dan penganiayaan Ratna Sarumpet, kata dia, menjadi kabar bohong ketiga yang dirujuk Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden nomor urut 02 itu membela Ratna Sarumpaet yang mengaku dipukuli dan dianiaya.

    Baca juga: Sandiaga: Prabowo Ingin Suasana Menjelang Pilpres Damai dan Sejuk

    Belakangan, kepolisian mengungkap bahwa Ratna berbohong soal pemukulan dan penganiayaan itu. Ratna pun mengakui ceritanya isapan jempol belaka. Prabowo yang kadung membela sebelumnya lantas meminta maaf kepada publik karena telah ikut menyiarkan cerita bohong.

    Andy berpendapat, ketiga hal ini akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang belum menentukan dukungan atau undecided voters untuk tidak memilih Prabowo.

    "Orang-orang yang tadinya golput atau undecided akan menutup diri untuk memilih Pak Prabowo karena melihat kualitas kepemimpinannya yang menjadi tanda tanya besar," ujar politikus Partai Solidaritas Indonesia ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.